Desakan Indonesia terhadap WHO dalam Membasmi H5N1

Kompas.com - 14/12/2008, 12:43 WIB

JAKARTA, MINGGU — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya  menyepakati mekanisme baru penanganan flu burung yang disebut Jaringan  Mekanisme Influenza WHO. Jaringan itu untuk menggantikan Jaringan Surveillans  Influenza Global yang berfungsi menerapkan sistem virus sharing dan benefit sharing dari virus influenza H5N1.

Kesepakatan itu akhirnya tercapai dalam sidang antarpemerintah WHO yang berlangsung di Jenewa, Swiss, 7-13 Desember 2008, yang dihadiri pula Menkes Siti Fadilah Supari. Dalam sidang tersebut, Menkes Siti Fadilah Supari memang mendesak dibuatnya mekanisme baru penanganan flu burung tersebut.
 
"Kami (negara-negara anggota) sepakat mengambil langkah mendesak untuk membangun mekansime baru untuk virus sharing dan benefit sharing yang bersifat internasional. Influenza virus sharing yang adil harus menerapkan perjanjian transfer materi standar (SMTA). Hari ini saya mendesak agar sistem benefit sharing diintegrasikan ke dalam SMTA," kata Siti Fadilah seperti dikutip dari siaran pers Pusat Komunikasi Publik Departemen Kesehatan di Jakarta, Minggu (14/12).

SMTA akan menjadi perjanjian yang sifatnya mengikat secara hukum di antara pihak-pihak dalam perjanjian tersebut. "SMTA akan menjadi dokumen yang menjadi standar universal dan global dan serta berlaku untuk semua pemindahan atau transfer materi biologis kesiapan pandemik influenza," tutur Menkes soal sikap Indonesia.

Menkes Fadilah Supari mengakui bahwa peningkatan pengetahuan dan pemahaman telah membantu membentuk kerangka mekanisme virus sharing. "Kehadiran kami  di sini memperlihatkan niat dan upaya kami yang sungguh-sungguh dalam mengatasi ancaman pandemi dan untuk menjadikan dunia sebagai tempat  hidup yang lebih baik," kata Siti Fadilah Supari. Pandangan delegasi Indonesia itu mendapat dukungan mayoritas negara dalam sidang yang diselenggarakan WHO untuk membahas kesiapan pandemi influenza tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau