Delapan Meninggal akibat DBD

Kompas.com - 14/12/2008, 17:59 WIB

CIREBON, MINGGU — Seiring dengan meningkatnya curah hujan, jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) di RSUD Indramayu, Kabupaten Indramayu, selama November dan Desember, melonjak, bahkan sudah merenggut delapan orang meninggal dunia.

Data dari RSUD Indramayu, Minggu (14/12) tercatat, pada November ada 44 orang penderita DBD dan lima orang di antaranya meninggal, sementara Desember ini sampai tanggal 14 sudah tercatat 58 penderita dan tiga orang di antaranya meninggal.

Salah seorang perawat di ruang anak mengungkapkan, mereka yang meninggal umumnya terlambat dibawa ke rumah sakit sehingga saat datang sudah dalam keadaan shock dan trombositnya sangat rendah. "Biasanya kesadarannya sudah hilang, kalau begitu sangat sulit dipulihkan," kata seorang perawat yang tak mau disebut namanya.

Namun, melonjaknya jumlah pasien DBD itu, yang sebagian besar adalah anak-anak, tidak sampai membuat pihak rumah sakit menyediakan tempat tidur tambahan karena seluruh pasien masih bisa ditampung di ruang perawatan yang ada.

Hujaenah (36), ibu dari Faridah (9), pasien yang terkena DBD, menjelaskan, anaknya itu dirawat di RSUD Indramayu sejak Rabu dan sekarang dalam tahap penyembuhan. "Anak saya sudah dua hari kena panas tinggi. Karena banyak temannya yang kena DBD maka ia saya bawa ke rumah sakit biar dicek trombositnya. Dokter juga mendiagnosa DBD," kata warga Kelurahan Lemahabang, Kota Indramayu.

Hal senada diungkapkan Nursinah (37), ibu dari pasien Watiah (13), yang sebelumnya tidak menyangka anaknya kena DBD, namun karena panasnya terus tinggi akhirnya diperiksakan kepada mantri desa. "Saran dari mantri, segera dibawa ke rumah sakit, dan untung cepat ditangani sehingga kondisinya berangsur membaik," katanya.

Warga RT15/RW03 Desa Legok, Kecamatan Lohbener, itu mengatakan, di desanya juga banyak anak-anak yang terkena DBD dan sebagian dirawat di puskesmas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau