CIREBON, MINGGU — Seiring dengan meningkatnya curah hujan, jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) di RSUD Indramayu, Kabupaten Indramayu, selama November dan Desember, melonjak, bahkan sudah merenggut delapan orang meninggal dunia.
Data dari RSUD Indramayu, Minggu (14/12) tercatat, pada November ada 44 orang penderita DBD dan lima orang di antaranya meninggal, sementara Desember ini sampai tanggal 14 sudah tercatat 58 penderita dan tiga orang di antaranya meninggal.
Salah seorang perawat di ruang anak mengungkapkan, mereka yang meninggal umumnya terlambat dibawa ke rumah sakit sehingga saat datang sudah dalam keadaan shock dan trombositnya sangat rendah. "Biasanya kesadarannya sudah hilang, kalau begitu sangat sulit dipulihkan," kata seorang perawat yang tak mau disebut namanya.
Namun, melonjaknya jumlah pasien DBD itu, yang sebagian besar adalah anak-anak, tidak sampai membuat pihak rumah sakit menyediakan tempat tidur tambahan karena seluruh pasien masih bisa ditampung di ruang perawatan yang ada.
Hujaenah (36), ibu dari Faridah (9), pasien yang terkena DBD, menjelaskan, anaknya itu dirawat di RSUD Indramayu sejak Rabu dan sekarang dalam tahap penyembuhan. "Anak saya sudah dua hari kena panas tinggi. Karena banyak temannya yang kena DBD maka ia saya bawa ke rumah sakit biar dicek trombositnya. Dokter juga mendiagnosa DBD," kata warga Kelurahan Lemahabang, Kota Indramayu.
Hal senada diungkapkan Nursinah (37), ibu dari pasien Watiah (13), yang sebelumnya tidak menyangka anaknya kena DBD, namun karena panasnya terus tinggi akhirnya diperiksakan kepada mantri desa. "Saran dari mantri, segera dibawa ke rumah sakit, dan untung cepat ditangani sehingga kondisinya berangsur membaik," katanya.
Warga RT15/RW03 Desa Legok, Kecamatan Lohbener, itu mengatakan, di desanya juga banyak anak-anak yang terkena DBD dan sebagian dirawat di puskesmas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang