MADIUN, MINGGU - Sejak awal Desember, warga Madiun kesulitan memperoleh minyak tanah. Meskipun Pertamina wilayah Madiun telah menambah pasokan minyak tanah, kesulitan warga memperoleh minyak masih belum bisa teratasi.
Berdasarkan pengamatan di salah satu pangkalan minyak tanah di Jalan Margobawero, Madiun, Minggu (14/12), puluhan pembeli minyak tanah sudah antre sejak pukul 10.00. Mereka hendak membeli minyak tanah yang dipasok Pertamina ke pangkalan itu kemarin sebanyak 800 liter.
Karena banyaknya pembeli, pihak pangkalan terpaksa membatasi penjualan. Setiap pembeli hanya bisa membeli dua liter minyak. Ha nya dalam waktu tiga jam, seluruh minyak tanah yang ada habis terjual.
"Sudah antre tiga jam, cuma dapat dua liter. Jumlah itu hanya cukup untuk dipakai selama dua hari," keluh Parmi, salah satu pembeli yang biasanya bisa membeli lima liter.
Meskipun penjualan minyak tanah sudah dibatasi, masih banyak pembeli yang tidak kebagian. Padahal di pangkalan minyak tanah lainnya, minyak sudah tidak tersedia lagi.
Selain sulit memperoleh minyak, pembeli mengeluhkan naiknya harga minyak tanah. Yang biasanya Rp 3 .200 per liter, sekarang bisa mencapai Rp 3.500-Rp 4.000 per liter.
Pemilik pangkalan minyak tanah di Margobawero, Kun Widarto, mengatakan sejak awal Desember jumlah pasokan minyak tanah ke tempatnya berkurang dari 1.800 liter menjadi 400-800 liter. Jumla h ini tidak bisa memenuhi kebutuhan seluruh pembeli.
Pejabat Sementara Operation Head Pertamina wilayah V Madiun Santoso mengatakan dalam dua hari terakhir Pertamina telah mengirimkan 1.080 ton minyak tanah. "Bahkan hari Minggu yang seharusnya libur, kami masih mengirimkan 360 ton minyak tanah," tambahnya.
Sales Representative Pertamina wilayah V Madiun Aji Anom Wirasakti mengatakan ada tiga hal yang menyebabkan kelangkaan. Adanya sejumlah konsumen elpiji yang beralih ke minyak tanah karena sulitnya memperoleh elpiji, penggunaan minyak tanah oleh petani untuk mengoperasikan sumur pompa guna mengairi lahan pertanian petani di awal masa tanam ini, dan adanya perayaan Idul Adha.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang