Antre Tiga Jam, Hanya Dapat Dua Liter

Kompas.com - 14/12/2008, 18:33 WIB

MADIUN, MINGGU - Sejak awal Desember, warga Madiun kesulitan memperoleh minyak tanah. Meskipun Pertamina wilayah Madiun telah menambah pasokan minyak tanah, kesulitan warga memperoleh minyak masih belum bisa teratasi.

Berdasarkan pengamatan di salah satu pangkalan minyak tanah di Jalan Margobawero, Madiun, Minggu (14/12), puluhan pembeli minyak tanah sudah antre sejak pukul 10.00. Mereka hendak membeli minyak tanah yang dipasok Pertamina ke pangkalan itu kemarin sebanyak 800 liter.

Karena banyaknya pembeli, pihak pangkalan terpaksa membatasi penjualan. Setiap pembeli hanya bisa membeli dua liter minyak. Ha nya dalam waktu tiga jam, seluruh minyak tanah yang ada habis terjual.  

"Sudah antre tiga jam, cuma dapat dua liter. Jumlah itu hanya cukup untuk dipakai selama dua hari," keluh Parmi, salah satu pembeli yang biasanya bisa membeli lima liter.

Meskipun penjualan minyak tanah sudah dibatasi, masih banyak pembeli yang tidak kebagian. Padahal di pangkalan minyak tanah lainnya, minyak sudah tidak tersedia lagi.

Selain sulit memperoleh minyak, pembeli mengeluhkan naiknya harga minyak tanah. Yang biasanya Rp 3 .200 per liter, sekarang bisa mencapai Rp 3.500-Rp 4.000 per liter.

Pemilik pangkalan minyak tanah di Margobawero, Kun Widarto, mengatakan sejak awal Desember jumlah pasokan minyak tanah ke tempatnya berkurang dari 1.800 liter menjadi 400-800 liter. Jumla h ini tidak bisa memenuhi kebutuhan seluruh pembeli.

Pejabat Sementara Operation Head Pertamina wilayah V Madiun Santoso mengatakan dalam dua hari terakhir Pertamina telah mengirimkan 1.080 ton minyak tanah. "Bahkan hari Minggu yang seharusnya libur, kami masih mengirimkan 360 ton minyak tanah," tambahnya.

Sales Representative Pertamina wilayah V Madiun Aji Anom Wirasakti mengatakan ada tiga hal yang menyebabkan kelangkaan. Adanya sejumlah konsumen elpiji yang beralih ke minyak tanah karena sulitnya memperoleh elpiji, penggunaan minyak tanah oleh petani untuk mengoperasikan sumur pompa guna mengairi lahan pertanian petani di awal masa tanam ini, dan adanya perayaan Idul Adha.

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau