Meski Minyak Naik, Premium Maksimum Rp 6.000

Kompas.com - 14/12/2008, 19:24 WIB

JAKARTA, MINGGU — Pemerintah mematok harga maksimum bahan bakar minyak (BBM) jenis premium tidak akan melebihi Rp 6.000 per liter dan solar Rp 5.500 per liter meskipun bila suatu saat harga minyak mentah dunia meningkat lagi.

"Dengan demikian masyarakat dan dunia usaha bisa terhindar dari ketidapastian dan peningkatan harga jual bahan bakar minyak yang melonjak tajam," kata Penjabat Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati dalam keterangan pers setelah sidang kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Minggu (14/12) petang.

Sidang kabinet yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu memutuskan untuk menurunkan harga BBM jenis premium dari Rp 5.500 menjadi Rp 5.000 per liter, dan harga solar dari Rp 5.500 menjadi Rp 4.800 per liter mulai Senin (15/12) pukul 00:00 di seluruh wilayah Indonesia.

Penurunan harga BBM jenis premium merupakan kedua kali sejak 1 Desember lalu. Sri Mulyani yang juga Menteri Keuangan mengatakan, pemerintah pada 2009 tidak akan menetapkan harga jual premium di atas Rp 6.000, dan solar di atas Rp 5.500.

"Ini bisa dilakukan karena pada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2008 tentang APBN 2009 ada anggaran subsidi BBM sehingga bila harga minyak mentah dunia naik maka pemerintah akan mengelola harga penjualan bahan bakar tersebut dengan memerhatikan nilai tukar rupiah," katanya.

Ia menjelaskan, penurunan harga premium dan solar yang diumumkan Presiden tersebut mempertimbangkan sejumlah hal, yaitu untuk meningkatkan daya beli masyarakat, menggerakkan sektor riil,  menjaga aspek psikologis masyarakat, dan kemampuan APBN 2009 untuk menopang perekonomian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau