Puting Beliung Rusak Ratusan Rumah di Malang

Kompas.com - 14/12/2008, 19:45 WIB

MALANG,MINGGU-Angin puting beliung merusak ratusan rumah warga di Desa Ngijo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang, Minggu (14/12). Akibat kejadian itu, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Amukan angin puting beliung itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, sesaat sebelum terjadi hujan deras di Desa Ngijo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Angin puting beliung itu menyerang Perumahan Griya Permata Alam di Desa Ngijo Karangploso Malang serta di Duku Leses Desa Ngijo Kecamatan Karangploso.

Di Griya Permata Alam ada dua RW terkena amukan putting beliung itu yaitu RW 10 dan RW 11. Di RW 10 mengakibatkan 27 rumah rusak bagian atapnya antara lain rumah warga di RT 1,3,4, dan 12. Adapun di RW 11 mengakibatkan 138 rumah rusak meliputi rumah warga di RT 4,3,5,6,16, dan 17.

Sedangkan di Dukuh Leses Desa Ngijo Kecamatan Karangploso yang lokasinya di belakang perumahan itu, ada enam rumah yang juga mengalami kerusakan.

Total rumah yang rusak sebanyak 171 rumah. Rata-rata seluruh kerusakan terjadi di bagian atap mulai dari atap terbang dan hilang, hancur atau rusak berat, serta rusak sebagian.

Selain rumah rusak, ada lima warga yang terluka ringan akibat terkena reruntuhan atap atau bangunan rumah mereka.

"Serangan angin puting beliung terjadi sebanyak dua kali. Angin puting beliung pertama saat banyak anak-anak di luar rumah. Sehingga saya suruh mereka masuk rumah untuk berlindung, serangan angin kedua rupanya membuat banyak genting dan atap asbes rusak, sehingga saya suruh anak-anak kembali keluar rumah," tutur Muhammad (35), salah seorang warga RT 5, Blok JD No 24 Perumahan Griya Permata Alam itu.

Menurut Agus Sanjaya, petugas keamanan di RT 5, angin puting beliung itu bergerak dari arah Selatan, berputar mengitari kompleks perumahan mereka. "Angin memutari perumahan ini sebanyak dua kali. Jarak antar angin sekitar lima menit. Total kejadian sekitar 10 menitan, " ujarnya.

Menurut Camat Karangploso, Sukaton, proses evakuasi warga dan pembenahan rumah terus dilakukan. "Jika dibutuhkan, akan disiapkan tempat evakuasi di balai RW dan mushola setempat, " ujarnya.

Budi Sudarmoto, ketua RT 17--RT yang paling banyak mengalami kerusakan rumah yaitu sebanyak 45 rumah, mengatakan bahwa kerusakan rata-rata akibat atap asbes rumah warga hancur. Kerugian total melihat banyaknya rumah yang rusak, diprediksi mencapai puluhan juta rupiah.

"Penanganan pertama yang terpenting adalah warga yang rumahnya rusak berat, diungsikan di rumah warga yang rumahnya tidak rusak. Selanjutnya asbes yang kemungkinan masih bisa dipakai, dipasang terlebih dahulu sehingga ada rumah yang bisa dibenahi . Ini sambil kami mengambil terpal, dan bantuan makanan seperti mie untuk warga korban puting beliung ini, " tutur petugas pusat sandi dan telekomunikasi tim pelaksana penanggulangan bencana Kabupaten Malang, Bagyo. (DIA/ODY)   

 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau