MALANG,MINGGU-Angin puting beliung merusak ratusan rumah warga di Desa Ngijo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang, Minggu (14/12). Akibat kejadian itu, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Amukan angin puting beliung itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, sesaat sebelum terjadi hujan deras di Desa Ngijo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Angin puting beliung itu menyerang Perumahan Griya Permata Alam di Desa Ngijo Karangploso Malang serta di Duku Leses Desa Ngijo Kecamatan Karangploso.
Di Griya Permata Alam ada dua RW terkena amukan putting beliung itu yaitu RW 10 dan RW 11. Di RW 10 mengakibatkan 27 rumah rusak bagian atapnya antara lain rumah warga di RT 1,3,4, dan 12. Adapun di RW 11 mengakibatkan 138 rumah rusak meliputi rumah warga di RT 4,3,5,6,16, dan 17.
Sedangkan di Dukuh Leses Desa Ngijo Kecamatan Karangploso yang lokasinya di belakang perumahan itu, ada enam rumah yang juga mengalami kerusakan.
Total rumah yang rusak sebanyak 171 rumah. Rata-rata seluruh kerusakan terjadi di bagian atap mulai dari atap terbang dan hilang, hancur atau rusak berat, serta rusak sebagian.
Selain rumah rusak, ada lima warga yang terluka ringan akibat terkena reruntuhan atap atau bangunan rumah mereka.
"Serangan angin puting beliung terjadi sebanyak dua kali. Angin puting beliung pertama saat banyak anak-anak di luar rumah. Sehingga saya suruh mereka masuk rumah untuk berlindung, serangan angin kedua rupanya membuat banyak genting dan atap asbes rusak, sehingga saya suruh anak-anak kembali keluar rumah," tutur Muhammad (35), salah seorang warga RT 5, Blok JD No 24 Perumahan Griya Permata Alam itu.
Menurut Agus Sanjaya, petugas keamanan di RT 5, angin puting beliung itu bergerak dari arah Selatan, berputar mengitari kompleks perumahan mereka. "Angin memutari perumahan ini sebanyak dua kali. Jarak antar angin sekitar lima menit. Total kejadian sekitar 10 menitan, " ujarnya.
Menurut Camat Karangploso, Sukaton, proses evakuasi warga dan pembenahan rumah terus dilakukan. "Jika dibutuhkan, akan disiapkan tempat evakuasi di balai RW dan mushola setempat, " ujarnya.
Budi Sudarmoto, ketua RT 17--RT yang paling banyak mengalami kerusakan rumah yaitu sebanyak 45 rumah, mengatakan bahwa kerusakan rata-rata akibat atap asbes rumah warga hancur. Kerugian total melihat banyaknya rumah yang rusak, diprediksi mencapai puluhan juta rupiah.
"Penanganan pertama yang terpenting adalah warga yang rumahnya rusak berat, diungsikan di rumah warga yang rumahnya tidak rusak. Selanjutnya asbes yang kemungkinan masih bisa dipakai, dipasang terlebih dahulu sehingga ada rumah yang bisa dibenahi . Ini sambil kami mengambil terpal, dan bantuan makanan seperti mie untuk warga korban puting beliung ini, " tutur petugas pusat sandi dan telekomunikasi tim pelaksana penanggulangan bencana Kabupaten Malang, Bagyo. (DIA/ODY)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang