JAKARTA, SENIN — Pekan ini fokus investor diperkirakan masih pada makro-ekonomi global. Selain itu, pasar juga menanti perkembangan mengenai industri otomotif Amerika Serikat, pascapenolakan senat untuk memberikan talangan (bailout). "Investor juga masih menanti langkah yang akan diambil Pemerintah AS dalam menyelamatkan industri otomotif negara tersebut," kata analis riset Panin Sekuritas, Purwoko Sartono.
Otomotif AS saat ini berharap kepada Gedung Putih yang sudah mengindikasikan untuk memberikan bantuan kepada tiga raksasa otomotis AS (Big Three).
Pekan lalu pasar saham terombang-ambing oleh rencana penyelamatan Big Three. Sempat menguat pada awal-awal pekan seiring harapan disetujuinya bailout 14 miliar dollar AS, tetapi melorot di akhir pekan akibat penolakan Senat terhadap paket tersebut. "Ancaman kebangkurutan tiga raksasa otomotif AS dipastikan akan memberikan efek domino yang berujung pada resesi yang lebih mendalam," ujar Purwoko.
Sepanjang pekan lalu Indeks Harga Saham Gabungan menguat 5,04 persen ke posisi 1.262,968, menyusul kenaikan saham unggulan, khususnya sektor pertambangan dan perkebunan. Sementara itu, indeks Kompas100 meningkat sebesar 5,58 persen dan indeks 45 saham blue chip (LQ45) naik 6,83 persen.
Purwoko menyebutkan, secara teknikal telah mengindikasikan peluang terjadinya bearish untuk jangka pendek. "Indikator stochastic oscillator juga menunjukkan terjadinya death cross. Kami perkirakan IHSG akan bergerak melemah pada awal pekan menguji level middle Bollinger band pada kisaran 1.218," ujarnya.
Sementara itu, Wall Street pada Jumat (12/12) kembali bangkit seiring indikasi Gedung Putih untuk menolong Big Three setelah paket bailout ditolak Senat AS.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,75 persen, 8.629,73. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq bertambah 2,64 persen pada 1.540,72 dan indeks Standard & Poor’s 500 menguat 0,70 persen menjadi 879,73.
Secara keseluruhan, pada pekan lalu Dow Jones turun tipis 0,07 persen, kemudian Nasdaq menguat 2,08 persen serta Standard & Poor’s 500 bertambah 0,42 persen.
Pasar menanti keputusan Presiden George W Bush mengenai kepastian penyelamatan industri otomotis AS. Namun, juru bicara Gedung Putih Dana Perino menyebutkan, tidak akan ada keputusan sebelum Bush kembali dari kunjungan mendadaknya ke Irak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang