Harga BBM Naik atau Turun, Penghasilan Sopir Angkot Sama Saja

Kompas.com - 15/12/2008, 08:53 WIB

JAKARTA, SENIN — Hari ini harga premium dan solar turun, tetapi tak ada tanda-tanda berimbas pada berubahnya tarif angkutan umum. Para pengemudi masih keberatan untuk menurunkan tarif.

“Jumlah penumpang itu sudah turun saat kenaikan harga BBM, apalagi turunnya tarif itu tidak seberapa. Setoran kami juga tetap, jadi mau bagaimana lagi,” tutur Amin (42), sopir mikrolet, yang ditemui Kompas.com saat sedang mengisi bahan bakar di SPBU Palmerah, Jakarta, Senin (15/12).

Amin mengatakan, saat ini mencari penumpang susah, apalagi jumlah angkutan umum tetap, saingan sesama sopir semakin banyak. “Jadi, harga BBM naik atau turun, sama saja, yang dapet untung paling ya bos yang terima setoran kami,” tutur pria asal Kemandoran itu.

Tarif angkutan mikrolet 09 jurusan Tanah Abang-Kebayoran Lama saat ini Rp 2.500, sedangkan menurut Amin besaran setoran kepada pemilik angkot sebesar Rp 70.000 per hari. “Itu pun kadang bisa lebih, kemarin waktu harga premium naik, setoran malah tetap, ya begitulah, pemilik kadang enggak ngerti bagaimana susahnya cari penumpang. Jadi, sehari paling saya cuma bawa uang Rp 20.000-Rp 30.000, kadang ngeri juga kalau anak minta bayaran sekolah,” kata Amin.

Hal senada juga dikatakan Kohar (48), sopir bus Kopaja jurusan Blok M-Tanah Abang yang enggan menyebut berapa setoran per harinya. “Wah, harga BBM naik atau turun, kok ya sama aja, lha turunnya cuma Rp 500, tapi kalau naik ugal-ugalan. Setoran ke bos tetap sama aja, dapatnya paling cuma Rp 30.000-an sehari,” kata Kohar.

Bapak tiga anak ini juga mengaku belum tahu apakah setoran akan berubah sejalan dengan turunnya harga BBM. “Belum ada tanda-tanda mau diturunkan tarifnya, paling kalau ada imbauan dari pemerintah saja, kalau dari pihak pemilik kayaknya tak mungkin,” ujar pria asal Sukoharjo, Jawa Tengah, itu.

“Kalau tarif turun, ya semoga penumpang makin banyak, lha sekarang kan kredit motor juga murah, ini juga berimbas ke turunnya jumlah penumpang kendaraan umum lho,” kata Kohar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau