Kampung Cieunteung Kembali Terendam

Kompas.com - 15/12/2008, 11:13 WIB

 

BANDUNG, SENIN -  Kampung Cieunteung yang berada di RW 20 Kelurahan dan Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, kembali tergenangi air limpasan Sungai Citarum. Padahal, sehari sebelumnya warga sudah mengadakan kerja bakti untuk mengeluarkan lumpur yang terbawa banjir besar satu minggu sebelumnya dari rumah mereka.

Menurut warga Cieunteung bernama Acit, air naik sekitar pukul 20.00 hari Minggu (14/12) setelah hujan deras mengguyur sejak sore hari sampai malamnya. Puncak kenaikan air terjadi pada pukul 22.00 dengan ketinggian air mencapai 1 meter di Jalan Mekarsari yang membelah Kampung Cieunteung dan sekitar 1,5 di dalam pemukiman penduduk.

Hingga berita diturunkan, air masih menggenangi Kampung Cieunteung dengan ketinggian 70 sentimeter.

Kepala Seksi Pembangunan Kelurahan Baleendah Jaenudin menjelaskan, sehari sebelumnya, warga di RW 20 sudah melaksanakan kerja bakti dan rencananya RT 3 akan menyusul pagi ini. Dikhawatirkan, lumpur yang terbawa air banjir kembali menggenangi badan jalan serta pemukiman penduduk.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau