Kursi Anak Berbentuk Hewan

Kompas.com - 15/12/2008, 14:17 WIB

WARNA telah lama dikenal sebagai sumber inspirasi bagi anak. Sejak dini para orang tua telah mengenalkan warna, sebagai awal tumbuh kembang sang anak. Pengenalan akan bentuk juga tak kalah penting. Nah, kini pengenalan bentuk hadir dalam wujud kursi.

Ini bukan kursi anak-anak umumnya. Bukan pula binatang yang dilukis. Namun bentuk asli tiap binatang diwujudkan menjadi kursi.

Ide pembuatan kursi hadir satu tahun yang lalu, namun mulai gencar dipasarkan baru-baru ini, termasuk di pameran INACRAFT 2008 yang telah lewat. Ada beragam bangku dari berbagai jenis binatang. Namun sayang, yang terpajang hanya sebagian. Ada sapi, jerapah, anjing dalmatian, panda, bahkan ada zebra.

Kursi kayu ini dibentuk bukan dari kayu utuh, melainkan dari olahan kayu keras. Warna dan bentuk kursi disesuaikan dengan binatang yang menjadi tema furnitur itu.

Misal bentuk anjing, sapi, panda, kepala menengadah, menghadap ke depan. Sedang binatang dengan bentuk leher dan kepala panjang, posisinya tidak sama. Kepala disembunyikan dibalik kaki bagian depan, macam zebra dan jerapah.


Whery

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau