Apksindo Minta Wapres Bangun Pelabuhan Ekspor

Kompas.com - 15/12/2008, 15:27 WIB

JAKARTA, SENIN — Untuk mempermudah distribusi pengiriman minyak kelapa sawit (CPO) ke luar negeri dan meningkatkan harga jual petani kelapa sawit yang lebih kompetitif, Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla diminta untuk membangun empat pelabuhan khusus ekspor lagi di Indonesia. Empat pelabuhan khusus ekspor itu di antaranya Tanjung Siapi-api, Makassar (Sulawesi Selatan), Kalimantan Timur, dan Sumatera Selatan. Saat ini baru ada dua pelabuhan khusus untuk CPO yaitu Belabuhan dan Dumai.

Permintaan itu disampaikan Ketua DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apksindo) Sumail Abdullah saat memberikan keterangan pers, seusai diterima Wapres Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Senin (15/12) siang. Wapres Kalla didampingi Dirjen Perkebunan Achmad Mangga Barani.

"Kita minta Pak Wapres Kalla membangun empat pelabuhan lagi di empat daerah yang saat ini banyak menghasilkan CPO yaitu di Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Tanjung Siapi-api, dan Kalimantan Timur. Kalau ada tambahan pelabuhan khusus, maka jarak perkebunan ke pelabuhan lebih dekat lagi sehingga harga jual petani bisa lebih tinggi," ujar Sumail.

Sementara tanggapan Wapres Kalla, menurut Sumail, akan segera dibangun pelabuhan khusus tersebut supaya tidak ada yang hilang untuk menaikkan harga.

Dalam kesempatan itu, Sumail mengatakan, Apksindo meminta agar Wapres Kalla memberikan subsidi selisih bunga untuk melakukan revitalisasi perkebunan. Apksindo juga meminta perlakuan yang sama dalam hal pemberian subsidi pupuk karena selama ini petani kelapa sawit merasa dianaktirikan.

Dirjen Perkebunan Achmad Mangga Barani menjelaskan, untuk subsidi selisih bunga untuk menurunkan beban tingkat suku bunga, petani tebu memang tidak mendapatkan, kecuali petani untuk komoditas yang diatur pemerintah, seperti jagung dan tebu. "Demikian juga subsidi pupuk, hanya diberikan untuk petani komoditas, seperti beras dan jagung sehingga subsidinya diberikan," ujar Achmad.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau