JAKARTA, SENIN — Guru besar Universitas Islam Negeri Azyumardi Azra menilai, sikap skeptis sejumlah partai untuk berkoalisi pada poros tengah jelang Pemilihan Presiden 2009 menandakan gagasan poros tengah masih kecil. Gagasan poros tengah yang lebih tertuju pada capres dan cawapres alternatif belum disambut secara antusias.
"Sebagai sebuah wacana sih boleh-boleh saja. Tapi kalau dilihat dari perkembangan politik yang ada sekarang kelihatannya tidak kondusif untuk menciptakan poros tengah itu," ucap Azyumardi Azra di Istana Wapres, Jakarta, Senin (15/12).
Menurut Azyumardi, penggalangan kekuatan poros tengah tak akan mampu memperdayai kekuatan partai-partai besar yang jaya pada Pemilu 2004. "Agak sulit (bersaing) apalagi kalau kemudian partai bukan Islam bergabung membikin poros tengah sendiri," katanya.
Azyumardi menganggap, wacana poros tengah yang diusung Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin merupakan upaya menggalang dukungan politik Din semata. "Din memainkan peran sebagai katalisator dari kekuatan-kekuatan parpol yang ada dan itu juga terkait dengan agenda-agenda dan kepentingan politiknya sendiri," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang