Montenegro Resmi Ajukan Permohonan Anggota UE

Kompas.com - 16/12/2008, 02:48 WIB

PARIS, SENIN - Republik Montenegro secara resmi telah mengajukan permohonan menjadi anggota Uni Eropa (EU),  Senin (15/12), sekaligus membuka kembali isu mengenai ambisi perluasan organisasi tersebut.

Perdana Menteri Milo Djukanovic menyampaikan permohonan itu pada pertemuan di Paris dengan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy, yang kini mendapat giliran memimpin kepresidenan EU, dan komisaris urusan perluasan EU Olli Rehn yang berasal dari Finlandia.

Montenegro adalah negara bekas Republik Yugoslavia yang memisahkan diri dari Serbia pada 2006 setelah referendum nasional dan kini menjadi negara merdeka yang berpenduduk sekitar 680.000 orang.

Negara itu menandatangani "Perjanjian Asosiasi dan Stabilisasi" dengan Uni Eropa pada Oktober 2007, tahap pertama bagi upaya negara itu menjadi anggota EU. Permohonan resmi pada Senin itu merupakan tahap selanjutnya dari proses panjang reformasi dan negosiasi yang harus dilewati negara-negara pelamar sebelum mereka bergabung dengan EU, yang kini memiliki 27 anggota.

"Hari besar bagi Montenegro. Juga hari besar bagi Uni Eropa, karena hari ini mereka mengkonfirmasi niat mereka untuk menyatukan benua Eropa," kata PM Djukanovic dalam suatu pernyataan usai pertemuan singkat dengan presiden Perancis tersebut di Istana Elysee.

Perluasan Eropa telah menjadi masalah kontroversial dalam beberapa tahun terakhir ini, di mana banyak negara, termasuk Prancis, menentang masuknya anggota-anggota baru sampai aturan internal EU direformasi.

Tahun lalu, sejumlah negara anggota EU berpendapat mereka telah mencapai kesepakatan untuk menyelaraskan aturan blok itu dengan perjanjian Lisabon, namun hal itu ditolak oleh rakyat Irlandia dalam sebuah referendum dan belum diratifikasi oleh Republik Ceko.

Selain Montenegro, Kroasia, Turki dan Masedonia juga telah memulai negosiasi untuk bergabung dengan EU. Albania, Bosnia dan Serbia telah pula dijanjikan prospek menjadi anggota organisasi itu, namun belum dalam tahap perundingan resmi.

Situasi Serbia menjadi rumit dengan kasus Kosovo, yang mendeklarasikan kemerdekaan dan memiliki ambisi sendiri menjadi anggota EU. Beograd menolak kemerdekaan itu, sementara sejumlah negara anggota EU terpecah mengenai masalah tersebut. Negara-negara calon anggota harus memenuhi ukuran-ukuran demokrasi, ekonomi dan hukum sebelum mereka diizinkan bergabung dengan EU.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau