MEDAN, SELASA - Mebel dari bahan kayu kelapa tua (glugu) yang diproduksi UD. Mitra Sumber Maju di Silau Laut Kisaran, Kabupaten Asahan, berpeluang merebut pasar ekspor karena semakin banyak diminati konsumen.
"Dalam waktu dekat pengusaha mebel tersebut diundang mengikuti pameran di Jakarta, Batam, Pulau Penang, dan Malaysia untuk memamerkan hasil kerajinannya agar dikenal konsumen dalam dan luar negeri," kata Kasi Pemasaran Disperindag Pemkab Asahan, Darmansyah di Medan, Selasa.
Ketika ditemui di arena Medan Fair, Darmansyah didampingi Santi (23) anak pengusaha UD. Mitra Sumber Maju yang memproduksi mebel dari bahan baku kayu kelapa, mengatakan, produksi mebel ini banyak dipasarkan ke Batam, Sumatera Barat, dan Jakarta.
Mebel dari kayu kelapa yang memiliki warna dan bentuk cukup menarik karena seratnya yang halus telah dipasarkan ke berbagai daerah/kota seperti kursi tamu, meja makan, sofa, tempat tidur, meja hias, kosen pintu, dan jendela hingga tempat tidur.
Selama seminggu membuka pameran di Medan Fair, hasil kerajinan binaan Disperindag Asahan tersebut, menurut Santi telah laku beberapa set kursi tamu, sofa, dan meja makan yang harganya dari Rp 750 ribu hingga Rp 2,4 juta.
"Disperindag Asahan optimistis, mebel dari kayu kelapa selain bentuknya yang unik dan tahan lama, mampu bersaing di dalam dan luar negeri, terbukti pelaksana Penang Fair minta kerajinan tersebut dipamerkan di negara tersebut," katanya.
Untuk mengembangkan industri mebel pimpinan Sukardi yang mempekerjakan enam karyawan itu, Disperindag Asahan baru-baru ini telah memberikan bantuan mesin pengering kayu kelapa.
Pemilik usaha mebel tersebut, mengakui selama ini untuk mengeringkan kayu kelapa secara alami dengan cara menjemur membutuhkan waktu enam bulan, sehingga produksi untuk memenuhi pesanan masih terbatas.
Mereka kini juga harus memenuhi pesanan dari salah satu hotel di Kota Kisaran, seluruh tempat tidur dan lantai kamar hotelnya akan dipasang kayu kelapa.