SALATIGA, SELASA - Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta sudah bersepakat pada tahun 2009 akan memusatkan program pengembangan persusuan di lima kabupaten. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi susu di Jateng d an DIY yang tergolong paling buruk di seluruh Indonesia.
Demikian diutarakan staf ahli Tim Persusuan Jateng dan DIY Dr Sudjatmogo dan Dr Tridjoko W Murti, saat Rapat Koordinasi Persusuan di Salatiga, Selasa (16/12). Kelima kabupaten itu ialah Klaten, Boyolali, Semarang, Magelang, serta Sleman (DIY). Fokus daerah pengembangan ini diperlukan agar setiap lembaga yang memiliki program persusuan bisa terfokus dan saling mendukung.
"Misalnya dinas tertentu ada program penin;gkatan produksi di salah satu kabupate n dan berhasil, tetapi dinas lainnya yang juga punya program bantuan unit pendingin atau cooling unit justru memberikannya kepada daerah lain yang produksi susunya masih rendah. Ini yang selama ini terjadi," kata Sudjatmogo.
Menurut dia, populasi sapi perah di Jateng dan DIY mencapai 122.143, hanya terpaut sekitar 10.000 ekor dari Jawa Timur. Namun, jumlah produksi susu Jateng yang sebanyak 82.000 ton per tahun atau tiga kali lebih rendah dari Jatim yang mencapai 240.000 ton.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang