Purnawirawan: Habis Manis Sepah Dibuang

Kompas.com - 16/12/2008, 19:33 WIB

JAKARTA, SELASA — Habis manis sepah dibuang. Kira-kira demikianlah pepatah yang tepat menggambarkan nasib para purnawirawan dan warakawuri yang tinggal di Perumahan Dwikora Cimanggis, Depok.

Pasalnya, mereka yang sudah berpuluh-puluh tahun tinggal di sana sudah berkali-kali menerima peringatan untuk keluar dari rumah mereka. Bagaimanapun jasa para purnawirawan dan warakawuri ini tak dapat dilupakan saja sebagai bagian dari sejarah NKRI.

"Kami ini pernah berjuang bahkan setelah merdeka. Ke Irian Jaya, Lampung. Janganlah habis manis sepah dibuang," ujar Atje Somantri (66), yang menjabat Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Udara ketika pensiun dalam keterangan pers di Kantor Kontras Jakarta, Selasa (16/12).

Para purnawirawan meminta TNI AU berpikir secara jernih mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi para purnawirawan ini, apalagi banyak dari mereka yang memastikan diri tak memiliki cukup uang untuk memperoleh tempat tinggal baru.

Para purnawirawan ini hanya mendapatkan uang pensiun dalam rentang jumlah Rp 400.000 hingga Rp 2.300.000 sesuai dengan pangkat terakhir ketika mereka pensiun. "Kami meminta pemerintah atau TNI mempertimbangkan kami yang sudah tua renta, lumpuh, dan sakit-sakitan dan sebagian besar tidak memiliki rumah sendiri sehingga tidak menjadi beban negara," ujarnya.

Terakhir kali warga perumahan ini mendengar kabar bahwa TNI AU akan melakukan pengosongan secara paksa perumahan tersebut pada tanggal 17 Desember dinihari. Tindakan ini diambil TNI AU sebagai bagian sengketa lahan di kawasan ini.

Namun, sebenarnya putusan Pengadilan Negeri Cianjur tanggal 4 November 2008 menyebutkan bahwa tanah di lingkungan Perumahan Dwikora tersebut bukanlah tanah milik TNI AU seperti yang diklaim selama ini. Tanah seluas 22 hektar tersebut, di mana perumahan berdiri di atas tanah lima hektar di antaranya merupakan hibah dari seorang pengusaha, almarhum Gerald Tugo Faber, yang dihibahkan kepada purnawirawan dan warakawuri di perumahan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau