Logistik Pilkada Garut Siap Didistribusikan

Kompas.com - 16/12/2008, 20:00 WIB

GARUT, SELASA - Lima hari sebelum pemilihan kepala daerah kabupaten Garut putaran kedua dilaksanakan logistik pemilihan terutama surat suara sudah tiba di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Garut, Selasa (16/12), dini hari. Surat suara pun siap didistribusikan ke berbagai daerah secepatnya.

"Alhamdulillah surat suara sudah tiba di gudang KPU Selasa (16/12) pukul 02.30. Seluruh logistik pilkada putaran kedua pun akan mulai didistribusikan ke kecamatan Selasa pagi," kata Ketua KPU Kabupaten Garut Iqbal Santoso, Selasa (16/12).

Distribusi logistik pemilihan untuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang lokasinya dekat dengan kantor KPU sudah dilakukan sejak Selasa pagi. Sementara untuk PPK yang jaraknya jauh, terutama yang di wilayah selatan, distribusi surat suara ada yang baru dilaksanakan hari ini.

Akan tetapi, anggota KPU Kabupaten Garut, Aja Rowikarim justru mengkhawatirkan buruknya cuaca saat ini. Curah hujan yang tinggi bisa sangat merepotkan distribusi logistik ke daerah yang jauh dan medannya sulit dijangkau.

Pasalnya, sebagian besar daerah di wilayah selatan Kabupaten Garut termasuk daerah yang rawan bencana longsor. Sebagian besar daerah di selatan memiliki medan yang berat untuk ditempuh. Bahkan, longsor kerap memutus akses jalan ke satu daerah.

KPU akan terus memonitor perkembangan cuaca di semua daerah tujuan distribusi logistik. Apabila terjadi longsor yang memutus akses jalan raya maka petugas akan menyiapkan kendaraan di seberang daerah longsoran.

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pak enjeng Ade Manadin, mengatakan, jika terjadi longsor maka petugas di lapangan akan dikerahkan untuk menggotong logistik pilkada melintasi daerah yang tertutup longsor.

Selama ini Pakenjeng merupakan kecamatan yang termasuk rawan longsor. Saat ini pun hujan masih sering turun di kecamatan yang berada di wilayah selatan Garut itu.

Pilkada Garut putaran kedua ini diikuti oleh dua pasangan calon yang pada putaran pertama menempati posisi dua teratas dalam peraihan suara tapi belum mencapai 30 persen suara. Kedua pasangan itu ialah Rudi Gunawan-Oim Abdurohim yang diusung Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Aceng Fikri-Dicky Candra yang berangkat dari jalur perseorangan.

Menurut Aja, sebanyak 1.583.659 pemilih akan menggunakan hak pilihnya pada pilkada putaran kedua 21 Desember 2008 nanti.

Sejak Senin (15/12) hingga besok Rabu (17/12) kedua pasangan diberi kesempatan berkampanye di Garut yang dibagi dalam dua zona, Garut utara dan Garut selatan. Garut selatan dimulai dari Kecamatan Cikajang sampai pesisir selatan sedangkan zona Garut utara dimulai dari Kecamatan Bayongbong hingga batas kabupaten di sebelah utara.

Masa tenang berlangsung mulai Kamis 18 Desember sampai Sabtu 20 Desember 2008. pemungutan suara dilakukan Minggu (21/12).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau