Leonardo Ingin Melatih Milan

Kompas.com - 16/12/2008, 22:40 WIB

MILAN, SELASA - Direktur Teknik AC Milan, Leonardo, menyampaikan hasyratnya untuk bisa melatih I Rossoneri suatu saat nanti. Entah sebagai pengganti Carlo Anceltti atau pengganti pelatih lain, dia ingin hal itu terwujud.

"Memang, terlalu dini untuk membicarakan masalah ini. Tapi, di masa depan saya ingin melatih Milan atau timnas Brasil," ungkap Leonardo.

Dia pernah menjadi pemain Milan selama empat musim sebagai gelandang serang. Dalam setahun ini, dia menjadi direktur teknik dan cukup sukses.

"Saya mulai memikirkan untuk menjadi pelatih, ketika dinominasikan menjadi pelatih Brasil sebelum Carlos Dunga dipilih. Saya punya hubungan spesial dengan Milan. Itu sebabnya saya bermimpi suatu saat melatih klub ini. Meski begitu, saya sekarang sudah bahagia dengan jabatan yang ada," ujarnya.

AC Milan memang kurang mantap dalam mengawali musim ini. Bahkan, Milan sementara berada di urutan ke-4 dan tertinggal 9 poin dari Inter Milan.

Menanggapi kompetisi Liga Serie-A, Leonardo mengatakan, "Inter sangat kuat dan memiliki segalanya untuk memenangkan scudetto. Tapi, kompetisi ini seperti marathon. Milan harus memperbaiki diri jika masih ingin mengejar scudetto. Kami butu dua atau tiga hal yang belum kami miliki," jelas Leonardo.

"Saat ini, kami tak terlalu butuh pemain baru. Tapi, dengan banyaknya pemain yang cedera mungkin memaksa kami membeli pemain baru. Soal cedera Kaka, ternyata tak terlalu berat. Dia hanya bercanda ketika mengatakan butuh dua atau tiga bulan untuk sembuh," katanya. (CH4)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau