EILAT, RABU — Sebuah bus penuh wisatawan Rusia tergelincir keluar sebuah jalan padang pasir di Israel dan terjun ke jurang, Selasa (16/12), menewaskan 30 orang dan melukai serius sekitar 12 orang.
Kecelakaan itu, dekat perbatasan padang pasir Sinai ke utara tempat peristirahatan Eilat dekat Laut Merah, adalah kecelakaan jalan raya terburuk di Israel selama beberapa tahun. Regu pertolongan mengatakan, sebanyak 24 orang, banyak dari mereka warga Rusia, dipastikan tewas. Duta Besar Rusia mengatakan, ia telah diberi tahu bahwa korbannya 30 orang.
Tentara, polisi, dan pekerja bantuan bergegas ke tempat itu serta helikopter tentara terbang untuk membawa mereka yang selamat.
"Saya melihat orang melompat dari jendela ketika bus itu menggelindingi lereng," kata seorang sopir taksi yang menyaksikan kecelakaan itu.
Kementerian Pariwisata Israel mengatakan, bus itu adalah satu dari dua bus yang membawa sekelompok agen perjalanan yang baru saja tiba dari St Petersburg di dekat Bandara Ovda, yang melayani Eilat.
Tempat wisata Teluk Aqaba di dekat Laut Merah di ujung selatan Israel yang berbatasan dengan Jordania dan Mesir merupakan tujuan wisata populer bagi wisatawan yang mencari sinar matahari pada musim dingin.
Pemerintah Rusia mengatakan, mereka akan mengirim dua pesawat dengan keluarga dan personel medis spesialis.
"Malam imi kami merencanakan untuk mengirim dua pesawat kementerian keadaan darurat ke Israel. Satu pesawat akan terbang dari Moskwa ke St Peterburg dan kemudian Eilat dengan membawa keluarga mereka yang menderita dalam kecelakaan itu," kata seorang juru bicara kementerian darurat.
"Sebuah pesawat barang akan menuju Eilat juga. Pesawat itu akan membawa staf medis, ahli psikologi, pekerja bantuan, dan peralatan medis yang diperlukan."
Dubes Rusia untuk Israel Pyotr Stegniy mengatakan, pada saluran Vesti-24 bahwa jumlah terakhir yang ia peroleh dari Israel menyebutkan bahwa 30 orang tewas dan 21 orang terluka dalam kecelakaan itu.
Jasa mobil ambulans Israel sebelumnya melaporkan 24 orang tewas. Tidak ada konfirmasi Israel segera mengenai korban tewas lebih besar.
Juru bicara polisi Mickey Rosenfeld mengatakan, penyelidikan awal polisi dipusatkan pada apakah supir bus itu kehilangan kendali ketika berusaha untuk menyusul kendaraan lainnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang