Bus Masuk Jurang, 30 Turis Rusia Tewas

Kompas.com - 17/12/2008, 07:56 WIB

EILAT, RABU — Sebuah bus penuh wisatawan Rusia tergelincir keluar sebuah jalan padang pasir di Israel dan terjun ke jurang, Selasa (16/12), menewaskan 30 orang dan melukai serius sekitar 12 orang.

Kecelakaan itu, dekat perbatasan padang pasir Sinai ke utara tempat peristirahatan Eilat dekat Laut Merah, adalah kecelakaan jalan raya terburuk di Israel selama beberapa tahun. Regu pertolongan mengatakan, sebanyak 24 orang, banyak dari mereka warga Rusia, dipastikan tewas. Duta Besar Rusia mengatakan, ia telah diberi tahu bahwa korbannya 30 orang.

Tentara, polisi, dan pekerja bantuan bergegas ke tempat itu serta helikopter tentara terbang untuk membawa mereka yang selamat.

"Saya melihat orang melompat dari jendela ketika bus itu menggelindingi lereng," kata seorang sopir taksi yang menyaksikan kecelakaan itu.

Kementerian Pariwisata Israel mengatakan, bus itu adalah satu dari dua bus yang membawa sekelompok agen perjalanan yang baru saja tiba dari St Petersburg di dekat Bandara Ovda, yang melayani Eilat.

Tempat wisata Teluk Aqaba di dekat Laut Merah di ujung selatan Israel yang berbatasan dengan Jordania dan Mesir merupakan tujuan wisata populer bagi wisatawan yang mencari sinar matahari pada musim dingin.

Pemerintah Rusia mengatakan, mereka akan mengirim dua pesawat dengan keluarga dan personel medis spesialis.

"Malam imi kami merencanakan untuk mengirim dua pesawat kementerian keadaan darurat ke Israel. Satu pesawat akan terbang dari Moskwa ke St Peterburg dan kemudian Eilat dengan membawa keluarga mereka yang menderita dalam kecelakaan itu," kata seorang juru bicara kementerian darurat.

"Sebuah pesawat barang akan menuju Eilat juga. Pesawat itu akan membawa staf medis, ahli psikologi, pekerja bantuan, dan peralatan medis yang diperlukan."

Dubes Rusia untuk Israel Pyotr Stegniy mengatakan, pada saluran Vesti-24 bahwa jumlah terakhir yang ia peroleh dari Israel menyebutkan bahwa 30 orang tewas dan 21 orang terluka dalam kecelakaan itu.

Jasa mobil ambulans Israel sebelumnya melaporkan 24 orang tewas. Tidak ada konfirmasi Israel segera mengenai korban tewas lebih besar.

Juru bicara polisi Mickey Rosenfeld mengatakan, penyelidikan awal polisi dipusatkan pada apakah supir bus itu kehilangan kendali ketika berusaha untuk menyusul kendaraan lainnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau