WASHINGTON, KAMIS — Pemerintah transisi Presiden AS terpilih, Barack Obama, siap meredam guncangan ekonomi lewat paket stimulus selama dua tahun yang diperkirakan dapat menyerap dana hingga 850 miliar dollar AS. Paket darurat ini mencakup pembukaan lapangan kerja baru, keringanan pajak bagi warga ekonomi kelas menengah, serta perluasan tunjangan bagi keluarga miskin dan pengangguran.
Obama belum menentukan total paket pemulihan ekonomi darurat yang tengah disusun dan diperkirakan bisa berada di bawah 850 miliar dollar AS. Namun, setelah diadakan konsultasi dengan para ekonom yang tidak terlibat dengan jalur politik, para penasihat Obama mulai menyebutkan ke kongres mengenai dana senilai lebih dari 600 miliar dollar AS yang dibutuhkan bagi paket stimulus ekonomi ini.
Ekonom yang ditanya pendapatnya oleh Obama di antaranya adalah Lawrence B Lindsey, penasihat ekonomi terkemuka George W Bush pada masa jabatannya pertamanya. Ekonom lainnya adalah Profesor Harvard Martin Feldstein yang merupakan penasihat tidak resmi John McCain dan mantan Ketua Dewan Penasihat Ekonomi selama masa pemerintahan Presiden Ronald Reagan.
Feldstein telah merekomendasikan investasi senilai 400 miliar dollar AS dalam satu tahun. Sementara itu, Lindsey menjelaskan, paket penyelamatan ekonomi itu berkisar antara 800 miliar dollar AS dan 1 triliun dollar AS.
Obama sedang mempromosikan paket pemulihan ekonomi dengan alokasi dana untuk pembangunan jalan raya dan proyek infrastruktur lain, gedung pemerintah dengan efisiensi energi, teknologi ramah lingkungan, serta renovasi gedung sekolah. Program kupon pembagian makanan dan nutrisi lain, asuransi kesehatan, tunjangan bagi pengangguran, serta program pelatihan kerja juga merupakan bagian paket stimulus.
Paket itu juga mencakup kebijakan kelonggaran pajak yang diakui oleh beberapa pihak akan menjadi masalah alot untuk diloloskan oleh kongres meskipun paket itu ditawarkan pada masa resesi. Pemotongan pajak akan ditujukan ke keluarga dari kelas ekonomi menengah ke bawah. Tim transisi Obama telah menyatakan tak akan ada kenaikan pajak bagi keluarga kaya di AS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang