Delapan Aksi Warnai Hari Buruh Migran

Kompas.com - 18/12/2008, 10:11 WIB

JAKARTA, KAMIS — Delapan aksi unjuk rasa di berbagai tempat di wilayah DKI Jakarta, Kamis (18/12), akan mewarnai peringatan Hari Buruh Migran Sedunia yang jatuh setiap tanggal 18 Desember.
   
Menurut informasi dari Traffic Management Center Polda Metro Jaya di Jakarta, kelompok massa pertama akan berunjuk rasa di tiga tempat, yaitu Kedutaan Besar Arab Saudi, Kantor BNP2TKI, serta Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Ketiga aksi massa yang semuanya bertempat di ruas jalan protokol MT Haryono-Gatot Subroto itu akan dilakukan sekitar pukul 09.00.
   
Para pengunjuk rasa akan menyampaikan desakan agar tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri lebih mendapatkan perlindungan yang menyeluruh dan terjamin segala hak-haknya.
   
Sementara itu, kelompok massa kedua akan melakukan aksi di beberapa tempat, antara lain di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, sekitar pukul 10.00. Mereka juga akan berorasi terkait dengan kondisi TKI yang bekerja di luar negeri.

Berbagai elemen massa yang rencananya akan menyambangi Istana, antara lain LSM Kesatuan Aksi Solidaritas Buruh Indonesia (KASBI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, dan Solidaritas Perempuan (SP).
   
Sementara itu, kelompok massa ketiga dan keempat berencana untuk melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
   
Sementara itu, tiga kelompok massa lainnya masing-masing akan berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia; Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan; dan Kantor DPP Partai Demokrat di Jalan Raya Pemuda, Jakarta Timur. Ketiga aksi tersebut akan berlangsung sekitar pukul 10.00.
   
Terakhir, kelompok massa kedelapan sekitar pukul 16.00 hingga pukul 17.00 akan melakukan aksi long march dari Istana Negara menuju Jalan Juanda dan Jalan Veteran, lalu kembali ke Istana.
   
Para pengguna jalan raya diimbau agar dapat menggunakan jalur alternatif untuk dapat menghindari potensi kemacetan yang bisa terjadi akibat beragam unjuk rasa tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau