Robinho: Gaya Tekel Inggris seperti Binatang

Kompas.com - 18/12/2008, 12:08 WIB

LONDON, KAMISKick and rush, itulah gaya permainan sepak bola Inggris. Karena permainan keras dan cepat inilah, Robinho menjadi korban. Striker Manchester City itu merasa bek-bek di Inggris menendangnya bagai hewan.

Sejak kedatangannya ke City, Robinho memang belum beradaptasi penuh dengan Inggris. Pemain yang dibeli dengan harga 32,5 juta poundsterling itu memilih tinggal di hotel ketimbang membeli rumah di Negara Kerajaan tersebut. Yang lebih membuatnya kaget, sepak bola Inggris "membolehkan" pelanggaran keras, suatu hal yang belum pernah ia temui saat membela Real Madrid.

"Kupikir aku akan lebih susah beradaptasi dibandingkan dengan apa yang saya alami sekarang. Aku belum pernah ditekel seperti sekarang," katanya, seperti dikutip Daily Mail. "Ketika aku baru datang ke sini, aku kaget melihat wasit tidak membunyikan peluit ketika aku ditendang dengan gaya seperti binatang. Itu benar-benar tak dapat dipercaya."

Memang seperti itulah nasib seorang striker di Liga Inggris. Striker Arsenal, Eduardo da Silva, sudah membuktikan bagaimana kerasnya di tanah kelahiran sepak bola itu. Pemain dari negara lain harus beradaptasi benar dengan gaya permainan seperti itu.

Untungnya, Robinho sudah bisa beradaptasi dalam hal lain, yakni dalam berbahasa. "Bahasa Inggrisku makin bagus. Aku dapat memahami keinginan penggemar seperti aku mendengar (musik) hip-hop, tapi aku masih agak susah berbicara lancar," ungkap pemain Brasil tersebut.

Kamis (18/12) ini, "The Citizens" akan menjalani laga terakhir lawan Racing Santander dalam penyisihan grup Piala UEFA. Karena sudah pasti lolos ke babak 32 besar, pelatih Mark Hughes kemungkinan akan mengistirahatkan Robinho. (MAIL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau