LONDON, KAMIS — Kick and rush, itulah gaya permainan sepak bola Inggris. Karena permainan keras dan cepat inilah, Robinho menjadi korban. Striker Manchester City itu merasa bek-bek di Inggris menendangnya bagai hewan.
Sejak kedatangannya ke City, Robinho memang belum beradaptasi penuh dengan Inggris. Pemain yang dibeli dengan harga 32,5 juta poundsterling itu memilih tinggal di hotel ketimbang membeli rumah di Negara Kerajaan tersebut. Yang lebih membuatnya kaget, sepak bola Inggris "membolehkan" pelanggaran keras, suatu hal yang belum pernah ia temui saat membela Real Madrid.
"Kupikir aku akan lebih susah beradaptasi dibandingkan dengan apa yang saya alami sekarang. Aku belum pernah ditekel seperti sekarang," katanya, seperti dikutip Daily Mail. "Ketika aku baru datang ke sini, aku kaget melihat wasit tidak membunyikan peluit ketika aku ditendang dengan gaya seperti binatang. Itu benar-benar tak dapat dipercaya."
Memang seperti itulah nasib seorang striker di Liga Inggris. Striker Arsenal, Eduardo da Silva, sudah membuktikan bagaimana kerasnya di tanah kelahiran sepak bola itu. Pemain dari negara lain harus beradaptasi benar dengan gaya permainan seperti itu.
Untungnya, Robinho sudah bisa beradaptasi dalam hal lain, yakni dalam berbahasa. "Bahasa Inggrisku makin bagus. Aku dapat memahami keinginan penggemar seperti aku mendengar (musik) hip-hop, tapi aku masih agak susah berbicara lancar," ungkap pemain Brasil tersebut.
Kamis (18/12) ini, "The Citizens" akan menjalani laga terakhir lawan Racing Santander dalam penyisihan grup Piala UEFA. Karena sudah pasti lolos ke babak 32 besar, pelatih Mark Hughes kemungkinan akan mengistirahatkan Robinho. (MAIL)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang