Buruh Migran Tuntut Pemerintah Siapkan Lapangan Kerja

Kompas.com - 18/12/2008, 12:33 WIB

JAKARTA, KAMIS — Sebanyak seratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Buruh Kawasan (ABK) berunjuk rasa di Bundaran HI, Jakarta, Kamis (18/12).

Selain memperingati hari buruh migran internasional, mereka menuntut pemerintah segera menyiapkan lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) yang terancam pemutusan hubungan kerja (PHK) massal akibat krisis global.

"Saat ini 300 buruh di Korea sudah di-PHK; 3.000 TKI di Korea dan Taiwan terancam PHK; Paling parah, 300.000 TKI di Malaysia juga mengalami hal yang sama," kata koordinator aksi, Anis, di sela-sela aksi.

Anis mengatakan, jika pemerintah tidak segera menyiapkan lapangan pekerjaan maka mereka terancam dideportasi. Akibatnya, akan terjadi terjadi penumpukkan pengangguran di Indonesia.

Selain itu, aksi ini juga menuntut pemerintah segera menyusun regulasi serta perlindungan nyata, baik selama bekerja, maupun saat kembali ke Tanah Air. UU yang ada saat ini belum menjamin pemenuhan hak buruh migran, ditambah lagi keputusan PBB soal perlindungan buruh migran juga belum diratifikasi.

Pemerintah saat ini, lanjut Anis, juga masih memberlakukan terminal khusus TKI di bandara. Padahal, selama sepuluh tahun diberlakukan, itu justru merugikan TKI. "Banyak pemerasan, pungli, denda, hingga tindakan pidana yang terus terjadi," tegas Anis.

Aksi ini akan diteruskan menuju istana dengan agenda yang sama. Unjuk rasa ini diisi teatrikal jenazah yang menyimbolkan keadaan TKI yang semakin terancam. Selain itu, kesenian reog Ponorogo juga meramaikan aksi ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau