Bertolak ke Bangkok, Timnas Optimistis Menang

Kompas.com - 18/12/2008, 15:11 WIB

JAKARTA, KAMIS — Rombongan Timnas Indonesia dengan 22 pemain bertolak menuju Bangkok, Thailand, Kamis (18/12). Para pemain optimistis bakal mengalahkan "Gajah Putih" pada leg kedua semifinal AFF Suzuki Cup 2008 di Stadion Rajamanggala, Bangkok, Sabtu (20/12).

Charis Yulianto dkk memang masih memiliki peluang merebut tiket ke final turnamen dua tahunan ini. Syaratnya, mereka harus menang dengan selisih lebih dari dua gol sebab di leg pertama kalah 0-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Dengan misi berat seperti itu, striker Budi Sudarsono tetap yakin "Merah-Putih" bakal menang di partai tandang. "Tidak ada pilihan lain, kami pun sudah sangat memahami permainan Thailand," katanya kepada wartawan.

Hal yang sama dikemukakan kiper Markus Harison. "Peluang masih sama kuat, kami akan bermain lebih rileks dan tidak melakukan kesalahan seperti partai pertama lalu," kata kiper yang akan pindah ke PSMS Medan itu. "Dan ingat, sepak bola bukanlah matematika. Meski kalah di kandang, belum tentu saat tandang kami jeblok lagi."

Sementara itu, pelatih Benny Dollo ingin memfokuskan penampilan timnya dengan menjaga kepercayaan diri pemain. Ini penting untuk membuat nyali mereka tetap tinggi. "Kita butuh pemain yang memiliki 'fighting spirit' tinggi untuk merepotkan Thailand di kandangnya," katanya. (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau