DETROIT, JUMAT – Salah satu The Big Three, Chrysler, siap menutup sekitar 30 pabrik selama, paling sedikit, satu bulan yang dimulai akhir minggu ini. Langkah itu diambil sehubungan dengan anjloknya penjualan mobil di Amerika dan dana talangan bagi industri otomotifnya yang belum diputuskan.
Pihak Chrysler mengatakan, pabrik yang mempekerjakan sekitar 46.000 karyawan belum tentu bisa melakukan produksi segera pada—paling cepat—19 Januari 2009. Normalnya, pabrik mobil di Detroit ini akan tutup sedikitnya dua minggu mulai akhir tahun ini.
Sementara itu, Ford juga mengumumkan libur produksi pabriknya. Dikatakan, Kamis (18/12), pabriknya diliburkan lebih lama dari Chrysler, yakni sekitar tiga minggu.
Dilaporkan bahwa ambruknya penjualan mobil di Amerika telah mencapai titik terendahnya selama 26 tahun. Sampai November, penjualan Chrysler merosot sampai 47 persen, dan secara keseluruhan di sektor industri merosot 37 persen.
Chrysler Chief Executive Robert L Nardelli mengatakan kepada Kongres bahwa perusahaan butuh dana bantuan segera sebesar Rp 70 triliun lebih untuk menggerakkan roda manajemen di tahun baru ini, sementara Senat tidak menyetujui memberi dana talangan kepada Chrysler dan pabrikan mobil lainnya, meski Presiden Bush masih berupaya mencari jalan terbaik.
Sementara itu, GM membutuhkan dana sebesar Rp 40 triliun lebih untuk bulan ini saja, setelah itu sekitar Rp 140 triliun untuk menyelamatkan sekitar 20 pabrik perakitan di Amerika Utara, untuk kuartal pertama.
Lain pihak, terutama pabrikan mobil Jepang, menyikapi dingin kondisi ini. Seperti Toyota, mereka mengatakan minggu ini bahwa pihaknya telah menunda pabrik mereka di Mississippi memproduksi Prius, sedangkan Honda menyunat produksi di kuartal pertama sebanyak 119.000 unit kendaraan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang