Muslim di Malaysia Wajib Tes HIV Pranikah

Kompas.com - 19/12/2008, 09:54 WIB

KUALA LUMPUR, JUMAT — Muslim di Malaysia wajib menjalani tes HIV ketika mengikuti kursus pernikahan sebelum melangsungkan akad nikah di semua Negara Bagian Semenanjung, mulai tahun 2009. Kebijakan itu diumumkan Wakil PM Malaysia Najib Tun Razak seperti dikutip dari media massa Malaysia, Jumat (19/12).

Najib mengatakan, tes HIV yang dilakukan ketika calon pengantin mengikuti kursus pranikah demi menekan laju pertumbuhan orang terkena HIV, terutama wanita yang kini menunjukan peningkatan.

Sebelum kebijakan ini dikeluarkan, beberapa negara bagian di Malaysia, seperti Selangor, Negeri Sembilan, Sabah, Sarawak, dan Kelantan, telah mewajibkan calon pengantin melakukan tes HIV sebelum diberikan izin menikah.

Najib mengatakan, Jabatan Kemajuan Islam Malaysia akan turut turun ke bawah menemui para pecandu narkoba untuk menekan pertumbuhan kasus HIV. Berdasarkan catatan Strategik Kebangsaan mengenai AIDS 2006-2010, Malaysia berhasil menurunkan kasus HIV sebesar 50 persen dari 6.756 kasus tahun 2003 menjadi 3.452 kasus pada tahun ini.

Di Malaysia saat ini ada 12,8 kasus HIV dari 100.000 orang dan diharapkan menurun menjadi 11 kasus dari 100.000 orang pada 2015. Yang menjadi kekhawatiran adalah pertumbuhan HIV di kalangan wanita telah meningkat dari 5,02 persen pada 1997 menjadi 16,7 persen pada 2007.

Najib mengatakan, AIDS perlu dilihat sebagai ancaman serius dan menurut Badan PBB Penanganan HIV/AIDS (UNAIDS), Malaysia dikategorikan sebagai negara berisiko tinggi, katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau