JAKARTA,JUMAT-Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Jumat (19/12) pagi menguat 30 poin menjadi Rp 10.920/11.000 per dollar AS dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 10.950/11.050, karena pelaku pasar kembali membeli rupiah.
Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib di Jakarta, Jumat mengatakan, aksi beli rupiah di pasar uang merupakan faktor utama yang mendorong rupiah menguat, namun kenaikan rupiah tidak besar.
Hal ini disebabkan minat beli masih kecil, mereka sedang fokus pada pasar global terutama di Amerika Serikat, di mana pemerintahnya sedang berusaha mengurangi ketatnya likuiditas pasar.
Rupiah, menurut dia kemungkinan besar masih terus menguat karena pasar cenderung positif, apalagi dollar AS melemah terhadap mata uang utama Asia lainnya.
"Kenaikan rupiah dua hari lalu juga terkait penurunan suku bunga AS menjadi 0,25 persen atau turun 75 persen dari sebelumnya 1 persen," ucap Kostaman.
Kondisi pasar seperti ini, menurut dia, Bank Indonesia seharusnya dapat memanfaatkan momentum tersebut dengan masuk ke pasar sehingga kenaikan rupiah akan lebih besar. Namun BI mempunyai kebijakan lain dalam melakukan intervensi terhadap rupiah.
Ia mengatakan, posisi rupiah yang berada di bawah angka Rp 11.000 per dollar AS sejak tiga hari lalu menunjukkan pasar masih positif terhadap pergerakan mata uang lokal itu, setelah sebelumnya merosot hingga mencapai Rp 12.350 per dollar AS.
"Kami memperkirakan rupiah pada sore nanti akan kembali menguat, melihat permintaan dollar AS di pasar domestik mulai berkurang," katanya.
Rupiah selama pekan ini cenderung menguat terhadap dollar AS meski masih bergerak di kisaran Rp 10.900 sampai Rp 11.000 per dollar AS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang