JAKARTA, JUMAT - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan PT Semen Gresik (Persero) Tbk. menandatangani nota kesepahaman pembentukan kredit sindikasi untuk rencana pembangunan dua pabrik baru dan dua pembangkit listrik serta restrukturisasi atau optimalisasi pabrik existing Semen Gresik.
Dalam nota kesepahaman ini, Semen Gresik menunjuk Bank Mandiri bertindak sebagai Joint Lead Arranger bersama Mandiri Sekuritas. Bank Mandiri juga akan bertindak sebagai Underwriter atas fasilitas kredit investasi Rupiah dengan limit maksimum sekitar Rp 6,3 triliun, serta akan menjadi Facility Agent, Security Agent dan Escrow Agent.
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowadoyo dan Direktur Utama Semen Gresik, Dwi Soetjipto, di Plasa Mandiri, Jumat (19/12).
"Kami secara niat akan mengundang bank-bank nasional untuk mendukung memberikan pinjaman kepada Semen Gresik," kata Agus, di Plasa Mandiri, Jakarta, Jumat (19/12).
Agus mengatakan Bank Mandiri segera menindaklanjuti nota kesepahaman ini dengan membentuk sindikasi kredit Rupiah sehingga Proyek Semen Gresik segera terlaksana guna memenuhi kebutuhan semen nasional dalam jangka panjang yang akan menunjang pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia.
"Pembentukan kredit sindikasi kredit investasi Rupiah kami harapkan dapat segera diwujudkan pada kuartal pertama 2009," ujarnya.
Sementara itu, Dwi mengatakan pembangunan pabrik tersebut sudah lama direncanakan meski saat ini terjadi krisis ekonomi, namun pihaknya tetap melaksanakan pembangunan tersebut karena utilisasi peralatan produksi sudah maksimal.
Selain itu, untuk mengantisipasi pertumbuhan permintaan semen domestik maupun regional setelah masa krisis berakhir. Pabrik baru tersebut akan dibangun sebanyak dua unit, yaitu di Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan dengan kapasitas produksi masing-masing sebesar 2,5 juta ton pertahun.
Serta pembangunan dua unit pembangkit listrik di Sulawesi Selatan dengan kapasitas masing-masing 35 Megawatt. Diharapkan ekspansi Semen Gresik yang memiliki nilai investasi sebesar ekuivalen 1,3 miliar dollar AS ini dapat beroperasi pada tahun 2011 untuk pabrik di Sulawesi dan 2012 untuk pabrik di Jawa.
"Kami percaya Bank Mandiri sebagai bank terbesar mempunyai kapasitas pembiayaan yang besar, dan mampu memfasilitasi pembentukan sindikasi kredit investasi Rupiah bagi proyek Semen Gresik." tutur Dwi.
Lebih lanjut Dwi mengatakan, dengan pembangunan pabrik baru dan pembangkit listrik, diharapkan dapat mengantisipasi terjadinya kekurangan pasokan semen domestik dalam beberapa tahun kedepan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang