Polisi Malaysia Tembak Mati 2 WNI

Kompas.com - 19/12/2008, 11:01 WIB

KUALA LUMPUR, JUMAT — Polisi Malaysia menembak mati dua pria Malaysia dan dua lelaki warga negara Indonesia (WNI) yang diduga akan melakukan perampokan di kawasan perumahan Taman Guar Perahu, Bukit Mertajam, Pulau Pinang, Kamis (18/12) sekitar pukul 05.00 waktu setempat (04.00 WIB).

Wakil Kepala Polisi Pulau Pinang Salleh Mat Rasid kepada media massa di Malaysia, Jumat (19/12), mengatakan, ada informasi kepada polisi mengenai sekumpulan laki-laki dalam mobil yang mencurigakan di kawasan perumahan Taman Guar Perahu. Namun, belum dijelaskan mengenai nama serta identitas kedua orang yang diduga dari Indonesia itu.

Satu tim polisi terdiri atas tujuh orang dikirim untuk melihat lokasi kemudian melihat mobil yang mencurigakan itu dan mengikutinya. Sadar diikuti polisi, mereka menancap gas sambil melepaskan tembakan ke arah mobil polisi. Demikian dikatakan Salleh.

Polisi Malaysia terpaksa membalas tembakan dan berhasil membunuh empat laki-laki yang mencurigakan itu. Dari empat korban tembak itu, dua laki-laki memiliki paspor hijau atau paspor Indonesia.

Setelah melumpuhkan empat laki-laki yang dicurigai melakukan tindak kriminal, polisi menemukan pelat nomor mobil itu ternyata palsu, menemukan sepucuk pistol, parang, dan berbagai peralatan yang diduga sering digunakan untuk melakukan perampokan rumah.

Gerombolan laki-laki ini diduga terlibat dalam beberapa kasus pencurian dan perampokan rumah di Pulau Pinang. Dua warga Malaysia berusia sekitar 40 tahun, dan dua warga Indonesia berusia 30 tahunan. Namun identitas mereka masih dipelajari .  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau