SURABAYA, JUMAT — Seorang jemaah haji, Tokim bin Pani (57), anggota kloter 16 asal Desa Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, pulang dengan kondisi kaki sudah diamputasi.
Staf PPIH Surabaya, H Nur Yasin Shirotul Mustaqim, di Surabaya, Jumat, mengemukakan, Tokim harus kehilangan kaki kirinya setelah diamputasi di RSAS Jeddah, 27 November 2008, akibat sakit diabetes.
"Kloter 16 itu tiba di Bandara Juanda pukul 02.21. Keluarga Tokim sudah menunggu kedatangan jemaah itu di Asrama Haji Sukolilo Surabaya untuk menjemput. Mereka mendapat kabar dari petugas daerah tentang keadaan Tokim yang membutuhkan ambulans dari Surabaya ke Pasuruan," katanya.
Saat itu, katanya, Tokim langsung diangkut ambulans PPIH menuju ke poliklinik. Setelah diperiksa, ia bertemu dengan keluarga dalam situasi mengharukan. Tampak Tokim belum bisa menghilangkan rasa sedih kehilangan kakinya.
"Tokim sempat bercerita bahwa dia dioperasi sampai tiga kali. Dia menyetujui operasi tersebut karena menurut dokter dari Jeddah harus cepat dilakukan operasi supaya tidak semakin menjalar," kata Yasin.
Sebelumnya, kloter 15 asal NTB datang pukul 01.30 atau terlambat 20 menit dengan 444 jemaah dan lima petugas. Untuk kloter 16 asal Kabupaten Pasuruan membawa 441 jemaah dan lima petugas, disusul kloter 17 asal Kabupaten Pasuruan dan Kota Surabaya tiba pukul 04.26 atau terlambat 76 menit dengan 442 jemaah dan lima petugas.