Seorang Jemaah Pulang dengan Kaki Sudah Diamputasi

Kompas.com - 19/12/2008, 11:41 WIB

SURABAYA, JUMAT — Seorang jemaah haji, Tokim bin Pani (57), anggota kloter 16 asal Desa Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, pulang dengan kondisi kaki sudah diamputasi.
     
Staf PPIH Surabaya, H Nur Yasin Shirotul Mustaqim, di Surabaya, Jumat, mengemukakan, Tokim harus kehilangan kaki kirinya setelah diamputasi di RSAS Jeddah, 27 November 2008, akibat sakit diabetes.
     
"Kloter 16 itu tiba di Bandara Juanda pukul 02.21. Keluarga Tokim sudah menunggu kedatangan jemaah itu di Asrama Haji Sukolilo Surabaya untuk menjemput. Mereka mendapat kabar dari petugas daerah tentang keadaan Tokim yang membutuhkan ambulans dari Surabaya ke Pasuruan," katanya.
     
Saat itu, katanya, Tokim langsung diangkut ambulans PPIH menuju ke poliklinik. Setelah diperiksa, ia bertemu dengan keluarga dalam situasi mengharukan. Tampak Tokim belum bisa menghilangkan rasa sedih kehilangan kakinya.
     
"Tokim sempat bercerita bahwa dia dioperasi sampai tiga kali. Dia menyetujui operasi tersebut karena menurut dokter dari Jeddah harus cepat dilakukan operasi supaya tidak semakin menjalar," kata Yasin.
     
Sebelumnya, kloter 15 asal NTB datang pukul 01.30 atau terlambat 20 menit dengan 444 jemaah dan lima petugas. Untuk kloter 16 asal Kabupaten Pasuruan membawa 441 jemaah dan lima petugas, disusul kloter 17 asal Kabupaten Pasuruan dan Kota Surabaya tiba pukul 04.26 atau terlambat 76 menit dengan 442 jemaah dan lima petugas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau