TOKYO, JUMAT — Bank Sentral Jepang (BOJ), Jumat (19/12), menurunkan kembali suku bunga utamanya dari 0,3 persen menjadi 0,1 persen untuk mencegah efek resesi yang telah mengimbas ke negerinya.
Saat mengumumkan keputusannya itu, BOJ juga pesimistis terhadap prospek perekonomian Jepang, dengan merujuk pertama kalinya terjadi kondisi perekonomian yang memburuk. Pada November, masih terjadi pertumbuhan yang suram. Dewan Kebijakan Fiskal BOJ juga mengusulkan untuk membeli obligasi komersial jangka pendek untuk membantu perusahaan membiayai usahanya.
Penurunan bunga itu telah diperkirakan setelah bank sentral AS The Federal Reserve pada pekan ini menurunkan suku bunga utamanya pada posisi rekor terendah, dari satu persen menjadi pada kisaran 0-0,25 persen. Yen menguat menjadi posisi tertinggi selama 13 tahun terhadap dollar AS setelah penurunan bunga The Fed itu.
BOJ dalam tekanan dari pemerintah untuk menstimulasi perekonomiannya yang berkontraksi dengan menyuntikkan lebih banyak dana ke pasar keuangan sehingga mengendurkan terjadinya kekeringan kredit dan mencegah penguatan yen yang cepat.