LSI Gondol 3 Rekor MURI

Kompas.com - 19/12/2008, 16:49 WIB

JAKARTA, JUMAT - Lembaga riset dan konsultan strategi politik, Lingkaran Survei Indonesia (LSI), meraih tiga penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI), Jumat (19/12) di Jakarta. Rekor tersebut diberikan atas tiga prestasi LSI, yaitu, sebagai lembaga yang mampu memenangkan pemilihan gubernur terbanyak, yaitu 14 gubernur dalam satu musim pilkada; lembaga yang mampu melakukan quick count atau perhitungan cepat terbanyak, 64 kali dengan hasil benar dalam satu musim pilkada; dan sebagai lembaga yang mampu memprediksi hasil pilkada melalui iklan dengan hasil benar terbanyak, 13 kali dalam satu musim pilkada.

Untuk Pilkada Kabupaten Bogor putaran kedua pada tanggal 30 November 2008, misalnya, LSI memprediksikan pasangan Rachmat-Karyawan memperoleh 63,55 persen, dan pasangan Fitri-Endang memperoleh 36,45 persen. Hasilnya, satu minggu kemudian, Komisi Pemilihan Umum Daerah Bogor mengeluarkan perhitungan resminya, yaitu 63,48 persen untuk pasangan Rachmat-Karyawan, dan 36,52 persen untuk pasangan Fitri-Endang. Dengan demikian, selisih antara penghitungan cepat LSI dan KPUD hanya berselisih 0,07 persen.

"Penghargaan ini merupakan bukti legitimasi ilmiah LSI dalam mengukur opini publik. Dengan adanya penghargaan ini, semoga semakin banyak peneliti yang terpicu untuk melakukan penghitungan suara yang tepat, walaupun metodologinya berbeda," ujar Direktur Eksekutif LSI Denny J.A. ketika menerima penghargaan tersebut dari Direkturr MURI Jaya Suprana.

Menanggapi sikap pesimisme dari berbagai pihak mengenai hasil-hasil penghitungan lembaga survei, Denny mengakui bahwa memang ada beberapa lembaga survei yang hanya bermunculan menjelang pemilu, dan penghitungannya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Namun, ia mengatakan, masyarakat dapat membedakan lembaga survei profesional dan pesanan dengan melihat hasil penghitungan dan rekam jejaknya."Bandingkanlah hasil penghitungannya dengan hasil penghitungan resmi dari KPUD," ujarnya.

Jaya, ketika menyerahkan penghargaan itu, juga menepis pendangan beberapa pihak yang mengatakan bahwa meraih penghargaan MURI adalah sesuatu yang mudah. "Silakan Anda buktikan sendiri, pecahkan rekor MURI. Anda akan mengetahui susahnya meraih rekor MURI, apalagi jika terkait dengan statistik," tantangnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau