JAKARTA, JUMAT- Akibat krisis global, sektor industri tidak akan menyetorkan pajak senilai Rp 200 trilliun bagi pemerintah. Sebab, kinerja sektor usaha semakin turun baik dari pendapatan dan produksi.
"Pendapatan pajak Rp 200 trilliun akan hilang, karena bisnis usaha tidak bisa berjalan tahun depan," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi saat konfrensi pers di Kantor Apindo Jakarta, Jumat (19/12).
Untuk itu, pengusaha berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat. Pemberian stimulus berupa intensif dana bagi perusahaan sangat diperlukan. Pemerintah juga harus meyakinkan bank untuk memberikan kredit kepada pengusaha.
"Jika tidak teratasi, yang ditakutkan adalah PHK yang akhirnya diiringi kemiskinan," kaat Sofyan.
Pendapatan pengusaha tahun depan, lanjutnya, juga dipastikan turun setelah beberapa sektor industri berencana menurunkan produksi rata-rata 30%. Sebab, saat ini stok produksi masih banyak, sehingga tidak diperlukan penambahan produksi tahun depan.
"Kalau kondisi terus seperti ini, kita membutuhkan tiga sampai empat tahun lagi untuk pulih," tambah Sofjan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang