Tiket Kereta Api Ludes Terjual

Kompas.com - 20/12/2008, 09:39 WIB

JAKARTA, SABTU — Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, tiket kereta api dari Jakarta untuk semua tujuan sudah ludes terjual. Lebih dari 90 persen tiket untuk keberangkatan tanggal 23-26 Desember 2008 telah habis terjual.

Menurut Kepala Humas Daops I PT KA Ahmad Sujadi, diperkirakan peningkatan penumpang akan terjadi sejak tanggal 23-25 Desember 2008 dengan lonjakan tertinggi terjadi pada tanggal 24 Desember 2008.

"Lonjakan penumpang akan terjadi pada tanggal 24 Desember besok. Karena itu, kami akan mengoperasikan satu kereta tambahan Argo Lawu pada tanggal 24 yang diberangkatkan dari Stasiun Gambir," kata Achmad, Sabtu (20/12).

Untuk menghadapi lonjakan penumpang, PT KA akan menambah kapasitas kereta api dengan memperpanjang gerbong KA reguler dari 6 gerbong menjadi 8 hingga 10 gerbong. Penambahan gerbong akan menambah kapasitas penumpang hingga 20 persen.

Selain itu, PT KA juga menambah kapasitas penumpang yang berdiri untuk kelas bisnis sebanyak 25 persen, dan kelas ekonomi sebanyak 50 persen.

"Pada hari keberangkatan seluruh kereta api masih menyediakan 50 tempat duduk yang biasanya dijual tiga jam sebelum kereta berangkat," tutur Achmad.

Lebih lanjut, Achmad mengatakan, untuk pengamanan musim libur Natal dan Tahun Baru berbeda dengan musim mudik Lebaran. Satu kereta hanya akan dijaga dua orang polisi dan keamanan internal KA.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau