BANJARMASIN, SABTU — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Muhammad Jusuf Kalla menegaskan dirinya tidak percaya dengan hasil-hasil lembaga survei. Alasannya, hasil survei tidak menunjukkan hasil yang sebenarnya di masyarakat. Contohnya, dalam hasil survei yang dilakukan sebuah lembaga survei baru-baru ini di mana Partai Golkar ditempatkan di nomor tiga dengan angka sekitar 9 persen dan partai X di posisi nomor dua dengan angka sekitar 19 persen. Sedangkan partai Y di nomor satu dengan dukungan sekitar 30 persen.
Hal itu disampaikan Jusuf Kalla saat memberikan pembekalan dalam acara pembukaan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) IV dan penataran juru kampanye Partai Golkar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (20/12) sore.
Dalam acara itu hadir Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar Surya Paloh, Sekjen DPP Partai Golkar Soemarsono, dan anggota Dewan Penasehat Partai Golkar Fahmi Idris, yang juga Menteri Perindustrian serta pengurus lainnya.
"Saya tidak percaya. Tidak mungkin dalam waktu seminggu-dua minggu membaca iklan tentang sembako, pikiran orang langsung berubah. Terlalu murah bangsa ini kalau hanya baca iklan, langsung berbalik dan memilihnya. Juga sangat memandang rendah negeri ini yang hanya membaca iklan sudah memutar balik pilihannya dalam pemilu mendatang," tandasnya.
Menurut Kalla, silakan kalau orang mau buat apa pun survei terkait partainya. "Apalagi kalau yang membuat itu dekat dengan salah satu partai yang diunggulkan itu. Saya bilang, kenapa tidak sekalian saja dibuat hasil surveinya 50 persen, biar menang sekalian," ujarnya tanpa merinci siapa yang dimaksud itu.
Kalla menegaskan, yang menentukan seseorang atau partai dipilih oleh masyarakat adalah kedekatannya dengan rakyat pemilih, perjuangannya selama ini untuk mensejahterahkan rakyat, dan juga rekam jejak seseorang dan partainya ketika memerintah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang