Wakil Walikota Surabaya Diculik "Teroris"

Kompas.com - 21/12/2008, 11:50 WIB

SURABAYA, MINGGU - Wakil Walikota (Wawali) Surabaya, Arif Afandi, yang sedang minum kopi di cafe Hotel Sheraton, Surabaya, Minggu pagi (21/12) "diculik" dalam latihan antiteror yang dilakukan prajurit penanggulangan teror (Gultor) TNI AD.
    
Arif yang saat itu disimulasikan sedang bertemu dengan beberapa rekannya, dua perempuan diperankan anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad), tiba-tiba didatangi sekelompok pria bersenjata yang sebelumnya melepaskan beberapa kali tembakan.
    
Tembakan dan teriakan pria yang disimulasikan sebagai kelompok teroris itu mengagetkan sejumlah orang di lobi hotel, termasuk wartawan. Padahal mereka sebelumnya sudah diberi edaran bahwa akan ada latihan antiteror.
    
Sejumlah anak kecil tampak kaget dan menangis mendengar kegaduhan itu. Bahkan seorang anak laki-laki menjerit keras dalam gendongan ibunya saat terdengar dua ledakan keras ketika tim Gultor dari Yonif 500/Riader Kodam V/Brawijaya dan Yonif 514/Raider Kostrad datang.
    
Anak kecil itu rupanya kaget mendengar ledakan, apalagi secara bersamaan datang serombongan pasukan berseragam hitam-hitam menggunakan beberapa mobil dan kendaraan roda dua dalam formasi gerak cepat.
   
Akibat ledakan itu, kaca di lobi hotel pecah berserakan dan plafon di dekat Kafe Tunjungan Plaza jebol. Di dekat lokasi itu juga disimulasikan ada bom yang dipasang oleh teroris yang kemudian dijinakkan oleh tim Jihandak Zeni Tempur Kodam.
    
Pada latihan itu, pasukan Raider diterjunkan dari helikopter di atas hotel. Mereka meluncur menggunakan tali lalu mendobrak kaca hotel untuk menyelamatkan sandera.
    
Penanganan penyanderaan itu tergolong singkat. Wawali dan sejumlah orang yang diculik sekitar pukul 09.25 Wib bisa dibebaskan sekitar pukul 09.47 Wib. Dilanjutkan dengan penjinakan bom selesai sekitar pukul 10.00 Wib.
    
Pada latihan itu disimulasikan kelompok teroris sempat meminta berbicara dengan pejabat Pemprov Jatim dan meminta dikirim wartawan elektronik untuk menyiarkan aksinya ke seluruh dunia. Kelompok teroris menyebutkan, mereka telah meletakkan sejumlah bom di hotel.
    
Selain TNI AD, latihan antiteror di Surabaya juga diikuti prajurit khusus TNI AL di Bandara Juanda dan pasukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Brimob Polda Jatim di hotel lain. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau