SURABAYA, MINGGU - Wakil Walikota (Wawali) Surabaya, Arif Afandi, yang sedang minum kopi di cafe Hotel Sheraton, Surabaya, Minggu pagi (21/12) "diculik" dalam latihan antiteror yang dilakukan prajurit penanggulangan teror (Gultor) TNI AD.
Arif yang saat itu disimulasikan sedang bertemu dengan beberapa rekannya, dua perempuan diperankan anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad), tiba-tiba didatangi sekelompok pria bersenjata yang sebelumnya melepaskan beberapa kali tembakan.
Tembakan dan teriakan pria yang disimulasikan sebagai kelompok teroris itu mengagetkan sejumlah orang di lobi hotel, termasuk wartawan. Padahal mereka sebelumnya sudah diberi edaran bahwa akan ada latihan antiteror.
Sejumlah anak kecil tampak kaget dan menangis mendengar kegaduhan itu. Bahkan seorang anak laki-laki menjerit keras dalam gendongan ibunya saat terdengar dua ledakan keras ketika tim Gultor dari Yonif 500/Riader Kodam V/Brawijaya dan Yonif 514/Raider Kostrad datang.
Anak kecil itu rupanya kaget mendengar ledakan, apalagi secara bersamaan datang serombongan pasukan berseragam hitam-hitam menggunakan beberapa mobil dan kendaraan roda dua dalam formasi gerak cepat.
Akibat ledakan itu, kaca di lobi hotel pecah berserakan dan plafon di dekat Kafe Tunjungan Plaza jebol. Di dekat lokasi itu juga disimulasikan ada bom yang dipasang oleh teroris yang kemudian dijinakkan oleh tim Jihandak Zeni Tempur Kodam.
Pada latihan itu, pasukan Raider diterjunkan dari helikopter di atas hotel. Mereka meluncur menggunakan tali lalu mendobrak kaca hotel untuk menyelamatkan sandera.
Penanganan penyanderaan itu tergolong singkat. Wawali dan sejumlah orang yang diculik sekitar pukul 09.25 Wib bisa dibebaskan sekitar pukul 09.47 Wib. Dilanjutkan dengan penjinakan bom selesai sekitar pukul 10.00 Wib.
Pada latihan itu disimulasikan kelompok teroris sempat meminta berbicara dengan pejabat Pemprov Jatim dan meminta dikirim wartawan elektronik untuk menyiarkan aksinya ke seluruh dunia. Kelompok teroris menyebutkan, mereka telah meletakkan sejumlah bom di hotel.
Selain TNI AD, latihan antiteror di Surabaya juga diikuti prajurit khusus TNI AL di Bandara Juanda dan pasukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Brimob Polda Jatim di hotel lain.