Laporan wartawan Kompas Aloysius Budi Kurniawan
SURABAYA, MINGGU - Kunjungan Wakil Perdana Menteri China Li Keqiang ke Jembatan Suramadu diwarnai adu mulut. Pasalnya, para wartawan dalam negeri yang hendak meliput kegiatan tersebut dilarang naik kapal oleh aparat keamanan China.
Sebelum Li Keqiang dan rombongan China naik Kapal Sea Safari Cruises yang hendak mengantar mereka ke Suramadu, petugas keamanan China melarang beberapa wartawan Indonesia yang hendak ikut meliput. Namun, tindakan tersebut diprotes aparat keamanan dan petugas protokoler gubernur Jawa Timur.
"No journalist...no journalist...!" teriak salah seorang anggota pengaman perdana menteri China. Spontan, beberapa wartawan dan aparat keamanan Indonesia memprotes karena di dek kapal beberapa wartawan asing China tetap dibiarkan ikut kapal.
Kalau wartawan Indonesia tidak boleh meliput, wartawan China juga harus turun, tutur salah seorang wartawan media televisi. Akibatnya, seluruh wartawan baik dari China maupun Indonesia yang sudah berada di atas kapal diminta turun.
Sekitar pukul 10.00, Wakil Perdana Menteri China Li Keqiang tiba di dermaga Jamrud, Tanjung Perak. Keqiang segera disambut dan dielu-elukan puluhan pegawai proyek Suramadu yang berdiri berjajar di samping kapal.
Setelah perdana menteri masuk kapal, wartawan tetap dilarang turut serta. Dari puluhan wartawan dalam negeri yang hadir, hanya dua wartawan TVRI dan satu wartawan pemerintah provinsi Jawa Timur yang diperkenankan masuk.
Dana pinjaman
Kepala Satuan Kerja Sementara Pembangunan Jembatan Nasional Suramadu Bentang Tengah Atyanto Busono mengatakan, kunjungan Perdana Menteri China ini terkait penandatanganan pinjaman tahap kedua ini sebesar 68,93 juta dollar Amerika akan digunakan untuk pembangunan bentang tengah.
Sebelumnya, Bank Exim China sudah memberikan pinjaman tahap pertama pada proyek pembangunan Jembatan Suramadu tahun 2004-2005 senilai 160,2 juta dollar Amerika atau setara Rp 1,436 triliun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang