JAKARTA, MINGGU - Krisis keuangan global yang berawal di Amerika Serikat (AS) turut dirasakan dampaknya oleh Indonesia karena menurunnya jumlah pesanan ekspor akibat volume perdagangan dunia yang menciut.
Salah satu sektor industri yang lebih dulu terkena dampaknya adalah Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) yang selama ini melayani pesanan ekspor ke AS dan Eropa.
Bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hiruk- pikuk kampanye yang sudah dimulai oleh para partai politik (parpol) menjelang Pemilu 2009 merupakan berkah tersendiri untuk menghadapi dampak krisis keuangan global, terutama di sektor tekstil.
"Para ketua partai politik, lebih banyak lagi pesan kaos, lebih banyak lagi pesan spanduk," ujar Presiden di sela-sela pidatonya dalam acara pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) V Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Balai Sidang Jakarta Jakarta , Minggu (21/12).
Menurut Presiden, industri tekstil yang terpukul oleh menurunnya jumlah permintaan pesanan akibat krisis keuangan global dapat kembali bergairah karena kegiatan kampanye yang mulai "memanas".
Pesanan dari luar negeri yang hilang dapat diimbangi oleh melonjaknya pesanan kaos dan spanduk yang menjadi atribut kampanye parpol peserta Pemilu 2009.
Menjelang Pemilu Legislatif 2009, saat ini para calon legislatif dari berbagai parpol peserta Pemilu 2009 aktif "memajang diri" melalui spanduk-spanduk yang terbentang di ruang publik.
Selain itu, banyak pula calon legislatif yang mencetak kaos bergambar foto dirinya sebagai media berkampanye.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang