ROMA, SENIN — Duel Inter Milan versus Manchester United masih jauh di depan. Namun, Jose Mourinho sudah memanasinya dengan "bumbu" silat lidah. Pelatih Inter itu menyebutkan bahwa strikernya, Zlatan Ibrahimovic, lebih baik daripada gelandang MU, Cristiano Ronaldo.
Sebutan pemain terbaik saat ini memang masih dipegang Ronaldo. Gelar Pemain Terbaik Eropa 2008 atau Ballon d'Or menjadi bukti pengakuan atas penampilan hebatnya musim lalu. Meski demikian, Mourinho melihat permainan winger senegaranya itu masih kalah dibanding Ibra. Pelatih asal Portugal itu bahkan menyebut bahwa dibandingkan Kaka, Lionel Messi, dan CR7, Ibra masih lebih baik.
"Ketika aku berpikir tentang bagaimana seharusnya seseorang bermain (baik), yang terlintas dalam pikiranku adalah pemain seperti Kaka, Ibrahimovic, dan Messi, yang merupakan sebuah fenomena dan dalam dua atau tiga tahun lagi akan memenangkan Ballon d’Or," katanya dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi di Italia.
“Ronaldo adalah pemain bagus, tetapi dia bukan yang terbaik. Dia layak mendapat Ballon d’Or karena timnya menang Liga Champions dan Premier League, dia bermain dan mencetak gol," kata pelatih yang pernah bersitegang dengan Ronaldo itu. "Namun, bagiku, Ibrahimovic lebih baik.”
Sebelum nama Ronaldo diumumkan sebagai Pemain Terbaik Eropa, baik Ibra maupun Mourinho pernah menyatakan bahwa gelar itu pantas jika diberikan kepada striker Swedia tersebut. Meski Inter tak berhasil menembus semifinal Liga Champions sekalipun, Mourinho tetap yakin bahwa penampilan Ibra akhir-akhir ini membuatnya layak mendapat anugerah pemain terhebat.
"Zlatan sedang jatuh cinta dengan sepak bola. Dia memiliki jiwa besar dan agresif," tambah Mourinho. "Ketika aku memainkannya dalam beberapa pertandingan beruntun, bagi sepak bola Italia, aku seperti melakukan hal yang dapat merusak pemain."
"Akan tetapi, apa yang aku coba lakukan adalah membangun tim dengan mental kuat dan dia dalam kondisi yang tepat untuk memenangi Ballon d’Or. Harusnya dia memenangi gelar itu," lanjutnya.
Pembelaan Mourinho terhadap pemainnya itu masih memerlukan bukti di lapangan hijau. Saat kedua tim bertemu di babak 16 besar Liga Champions, penggila bola akan tahu siapa yang lebih baik di antara mereka. (CH4, AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang