Langkah Ekonomi Baru Malaysia

Kompas.com - 22/12/2008, 10:05 WIB

KUALA LUMPUR, SENIN — Malaysia akan mengumumkan beberapa langkah pada Februari mendatang untuk memperkuat perekonomiannya. Malaysia mengalami penurunan penjualan teknologi dan angka PHK di luar perkiraan. Kenyataan itu meningkatkan kekhawatiran mengenai resesi tahun depan, menurut situs web berita yang berpengaruh, Senin (22/12).
   
Perbankan Malaysia termasuk kuat di Asia dan permintaan domestik untuk mendukung perekonomiannya. Namun, semakin lambannya perekonomian dunia memicu keraguan mengenai bagaimana pengaruh krisis ekonomi yang dipicu AS ini.
   
Perekonomian Asia Tenggara ini akan memperlihatkan serangkaian langkah tahun depan dan siap untuk mengumumkan paket stimulus lain senilai miliaran ringgit jika diperlukan, kata Malaysian Insider tanpa mengutip narasumber. Pembantu Menteri Keuangan Najib Razak mengatakan, dia tidak mengacuhkan rencana paket ekonomi.
   
Pemerintah mengumumkan paket senilai 7 miliar ringgit (2,02 miliar dollar AS) untuk menstabilkan perekonomian.
   
Data pemerintah menunjukkan bahwa 30.000 warga Malaysia kehilangan pekerjaan mereka sampai saat ini dan Kementerian Sumber Daya Manusia—yang memperkirakan lonjakan pengangguran di kuartal pertama 2009—meminta kabinet menyediakan 100 juta ringgit untuk latihan kerja bagi para pekerja. Demikian dari laporan tersebut.
   
Pejabat pemerintah telah diminta untuk mengajukan inisiatif untuk membantu manajer kelas menengah yang kehilangan pekerjaannya tahun depan dan menciptakan 120.000 pekerjaan untuk lulusan baru.
   
Turunnya permintaan untuk ekspor produk teknologi telah menghantam perekonomian negara ini. Western Digital, produsen disk drive komputer terbesar kedua dunia, telah menghentikan operasinya di negara bagian Serawak, Malaysia, dan memberhentikan 1.500 pekerjanya.
   
Malaysia memperkirakan ekonominya tumbuh 3,5 persen pada 2009, terendah selama delapan tahun. "Kami masih berfikir bahwa Malaysia akan terhindar dari resesi tahun depan. Namun, tidak ada satu pun yang memperoleh diskon," menurut laporan itu, mengutip pejabat pemerintah yang enggan disebut namanya.
   
"Sebagian besar tergantung pada kondisi mitra dagang kami yang terpuruk berkelanjutan dan level kepercayaan di dalam negeri," demikian laporan itu.
   

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau