Rupiah Terkoreksi Perburuan Dollar

Kompas.com - 22/12/2008, 10:10 WIB

JAKARTA, SENIN — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Senin (22/12) pagi, melemah 30 poin menjadi Rp 10.950/ Rp 11.020 dibandingkan penutupan akhir pekan lalu, Rp 10.920/Rp 10.950 per dollar AS karena pelaku pasar kembali membeli dollar AS.
    
Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk Kostaman Thayib di Jakarta mengatakan, pelaku pasar melepas rupiah dan membeli dollar AS karena mereka menilai saatnya untuk melepas mata uang lokal itu selama mengalami kenaikan pada pekan lalu. "Kami melepas rupiah untuk mencari untung selama mengalami kenaikan dalam beberapa hari lalu sehingga posisi berada di bawah angka Rp 11.000 per dollar AS," katanya.
    
Koreksi harga terhadap rupiah, menurut dia, dinilai wajar karena pelaku pasar mencari untung untuk menyambut liburan panjang yang tinggal beberapa hari lagi. Aktivitas pasar juga mulai berkurang karena sebagian pelaku sudah mempersiapkan diri menyambut Natal pada 25 Desember nanti.
     
Kostaman Thayib mengatakan, pasar saat ini didominasi aksi lepas oleh pelaku pasar yang relatif tidak besar sehingga koreksi harga terhadap rupiah tidak besar. "Kami memperkirakan rupiah masih berpeluang untuk menguat lagi karena kebutuhan dollar AS oleh pelaku pasar semakin berkurang yang didukung pula oleh perkiraan laju inflasi Desember 2008 nanti akan kembali membaik," ucapnya.
    
Rupiah, menurut dia, ke depan akan makin baik. Namun, untuk bisa mencapai angka Rp 10.000 per dollar AS, kemungkinannya agak berat.
    
Sebagian analis menyatakan bahwa rupiah saat ini sedang mencari titik keseimbangan baru berkaitan dengan krisis finansial global yang terjadi akhir-akhir ini.
    
Pada sore nanti, rupiah kemungkinan masih tertekan pasar karena sentimen negatif pasar akibat aksi lepas rupiah untuk mencari gain. Namun, rupiah bisa saja menguat apabila ada faktor baru yang mendorongnya untuk menguat.
    
"Kita lihat saja, apakah ada faktor pendukung yang bisa mendorong rupiah menguat, apalagi pemerintah telah menurunkan harga premium dan solar dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lebih solid," katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau