Paskah Suzetta Menteri Berkinerja Terburuk

Kompas.com - 22/12/2008, 12:49 WIB

JAKARTA, SENIN — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta tampaknya harus membenahi diri dan kinerjanya. Berdasarkan hasil Survei Nasional Putaran III yang dilakukan Reform Institute medio November-Desember 2008, Paskah menempati urutan buncit sebagai menteri yang dinilai paling buruk kinerjanya.

Survei dilakukan terhadap 2.500 responden dari seluruh Indonesia. Pertanyaan yang diajukan, "Siapa di antara menteri-menteri pemerintahan SBY-JK yang kinerjanya paling baik?" Hasilnya, Paskah hanya memperoleh 0,04 persen.

Menteri yang kinerjanya dinilai paling baik adalah Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dengan 10,12 persen. Di bawahnya, ada Menkopolkam Widodo AS (9,52 persen) dan Adyaksa Dault (8,04 persen).

"Hasil survei ini cukup mengejutkan, di mana Menkes Siti Fadilah Supari dinilai sebagai menteri dengan kinerja paling baik. Ini berbeda dengan asumsi kita selama ini karena dinilai yang paling baik. Mungkin karena banyak program kesehatan di masyarakat," kata Peneliti Reform Institute, Khalid Nuryanto, dalam jumpa pers di Hotel Gran Melia, Jakarta, Senin (22/12).

Menteri Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie tampaknya juga dinilai tak terlalu buruk, meskipun banyak hal yang menimbulkan kesan negatif terhadap posisinya sebagai menteri dan pengusaha. Ia menempati urutan keempat dengan 7,92 persen dan diikuti Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Empat belas menteri/pejabat setingkat menteri lainnya dinilai kurang berhasil karena persentasenya kurang dari 1 persen. Empat menteri di atas adalah Paskah Suzetta, Menristek Kusmayanto Kadiman (0,12 persen), Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar (0,16 persen), Menpera M Yusuf Ashari (0,20 persen) dan Menneg BUMN Sofyan A Djalil (0,24 persen).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau