JAKARTA, SENIN — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta tampaknya harus membenahi diri dan kinerjanya. Berdasarkan hasil Survei Nasional Putaran III yang dilakukan Reform Institute medio November-Desember 2008, Paskah menempati urutan buncit sebagai menteri yang dinilai paling buruk kinerjanya.
Survei dilakukan terhadap 2.500 responden dari seluruh Indonesia. Pertanyaan yang diajukan, "Siapa di antara menteri-menteri pemerintahan SBY-JK yang kinerjanya paling baik?" Hasilnya, Paskah hanya memperoleh 0,04 persen.
Menteri yang kinerjanya dinilai paling baik adalah Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dengan 10,12 persen. Di bawahnya, ada Menkopolkam Widodo AS (9,52 persen) dan Adyaksa Dault (8,04 persen).
"Hasil survei ini cukup mengejutkan, di mana Menkes Siti Fadilah Supari dinilai sebagai menteri dengan kinerja paling baik. Ini berbeda dengan asumsi kita selama ini karena dinilai yang paling baik. Mungkin karena banyak program kesehatan di masyarakat," kata Peneliti Reform Institute, Khalid Nuryanto, dalam jumpa pers di Hotel Gran Melia, Jakarta, Senin (22/12).
Menteri Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie tampaknya juga dinilai tak terlalu buruk, meskipun banyak hal yang menimbulkan kesan negatif terhadap posisinya sebagai menteri dan pengusaha. Ia menempati urutan keempat dengan 7,92 persen dan diikuti Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Empat belas menteri/pejabat setingkat menteri lainnya dinilai kurang berhasil karena persentasenya kurang dari 1 persen. Empat menteri di atas adalah Paskah Suzetta, Menristek Kusmayanto Kadiman (0,12 persen), Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar (0,16 persen), Menpera M Yusuf Ashari (0,20 persen) dan Menneg BUMN Sofyan A Djalil (0,24 persen).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang