9 Mayat Tanpa Kepala Ditemukan di Jalan Raya

Kompas.com - 22/12/2008, 13:17 WIB

ACAPULCO, SENIN — Sembilan mayat pria tanpa kepala ditemukan di negara bagian selatan Meksiko, Guerrero, Minggu (21/12). Beberapa mayat di antaranya diidentifikasi sebagai tentara.

Menteri Keamanan Publik Juan Salinas Altes menerangkan, mayat-mayat ini ditemukan di sebuah jalan utama di ibu kota Guerrero, Chilpancingo, beberapa ratus meter dari lokasi berlangsungnya sebuah prosesi keagamaan tradisional yang dihadiri oleh Gubernur Chilpancingo.

Mayat ini tersebar di sepanjang jalan utama Chilpancingo dan terdapat sebuah catatan yang bertuliskan "untuk setiap orangku yang kau bunuh balasannya adalah aku akan membunuh 10 orangmu." Sembilan kepala ditemukan di sebuah kantong dekat lokasi penemuan mayat.

Gelombang aksi kekerasan yang berkaitan dengan perdagangan obat bius mengalami kenaikan di Meksiko. Aksi kekerasan tersebut pada 2008 telah menewaskan lebih dari 5.300 orang.

Sejumlah polisi dan tentara tewas sejak Presiden Felipe Calderon melancarkan operasi penumpasan kartel obat bius pada penghujung 2006. Geng kriminal Meksiko yang semula menghindari konfrontasi dengan tentara kini telah berani berhadapan dengan mereka dalam adu tembak secara terbuka. Mei 2007, beberapa pria bersenjata yang tergabung dalam sebuah geng obat bius menewaskan 5 tentara dalam sebuah penyergapan di negara bagian Michoacan.

Kartel obat bius Meksiko telah meningkatkan aksi kekerasan terhadap para korbannya, baik saingan penyelundup obat bius maupun aparat penegak hukum, dengan cara memenggal kepala. Tanggal 28 Agustus 2008, lusinan mayat tanpa kepala ditemukan di luar wilayah Merida, ibu kota negara bagian Yucatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau