Bikin Musik Pop, Pemilih SBY Suka Dangdut

Kompas.com - 22/12/2008, 14:28 WIB

Laporan wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, SENIN — Siapa tak tahu kesenangan Presiden Yudhoyono menciptakan lagu berikut musiknya? Selama ini, SBY dikenal senang bernyanyi dan menciptakan lagu-lagu dengan nuansa musik pop. Namun, hasil Survei Nasional Putaran III Reform Institute yang disampaikan Senin (22/12) mungkin bisa menjadi pertimbangan SBY untuk menyenangkan kalangan pemilihnya dengan menciptakan lagu dangdut. Pasalnya, hasil survei menunjukkan, pemilih SBY yang menyatakan suka dangdut lebih tinggi dibandingkan pemilihnya yang suka musik pop.

Sebanyak 37,28 persen respons yang memilih SBY mengaku menyukai dangdut. Kegemaran akan musik pop diungkapkan 35,32 responden dan sisanya, 21,62 persen menyatakan suka jenis musik lainnya. Pemilih Mega yang suka musik dangdut jauh lebih tinggi, 39,6 persen dan pop 26,73 persen. Pemilih Sri Sultan HB X hanya 32,68 persen yang suka dangdut dan 35,43 persen gemar musik pop. Hasil mengejutkan, yang paling tinggi adalah 52,38 persen pemilih Akbar Tandjung mengaku senang musik dangdut dan hanya 9,52 persen yang suka musik pop.

Ketika dilakukan distribusi pilihan presiden atas dasar kegemaran musik, penyuka musik dangdut yang akan menentukan pilihan terhadap SBY sebanyak 41,01 persen dan penyuka musik pop 41,46 menyatakan akan menentukan pilihan kepada SBY. Terhadap Megawati, hanya 17,22 persen penyuka dangdut yang akan memilih dirinya dan 21,95 persen responden penyuka pop akan menjatuhkan pilihan kepada Mega.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau