Laporan wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary
JAKARTA, SENIN — Siapa tak tahu kesenangan Presiden Yudhoyono menciptakan lagu berikut musiknya? Selama ini, SBY dikenal senang bernyanyi dan menciptakan lagu-lagu dengan nuansa musik pop. Namun, hasil Survei Nasional Putaran III Reform Institute yang disampaikan Senin (22/12) mungkin bisa menjadi pertimbangan SBY untuk menyenangkan kalangan pemilihnya dengan menciptakan lagu dangdut. Pasalnya, hasil survei menunjukkan, pemilih SBY yang menyatakan suka dangdut lebih tinggi dibandingkan pemilihnya yang suka musik pop.
Sebanyak 37,28 persen respons yang memilih SBY mengaku menyukai dangdut. Kegemaran akan musik pop diungkapkan 35,32 responden dan sisanya, 21,62 persen menyatakan suka jenis musik lainnya. Pemilih Mega yang suka musik dangdut jauh lebih tinggi, 39,6 persen dan pop 26,73 persen. Pemilih Sri Sultan HB X hanya 32,68 persen yang suka dangdut dan 35,43 persen gemar musik pop. Hasil mengejutkan, yang paling tinggi adalah 52,38 persen pemilih Akbar Tandjung mengaku senang musik dangdut dan hanya 9,52 persen yang suka musik pop.
Ketika dilakukan distribusi pilihan presiden atas dasar kegemaran musik, penyuka musik dangdut yang akan menentukan pilihan terhadap SBY sebanyak 41,01 persen dan penyuka musik pop 41,46 menyatakan akan menentukan pilihan kepada SBY. Terhadap Megawati, hanya 17,22 persen penyuka dangdut yang akan memilih dirinya dan 21,95 persen responden penyuka pop akan menjatuhkan pilihan kepada Mega.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang