Polisi Tembak Gembong Komplotan Pencuri

Kompas.com - 22/12/2008, 14:30 WIB

BLORA, KOMPAS — Polisi Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Blora menembak kaki gembong komplotan pencuri sepeda motor Sulisno (27) di Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Minggu (21/12) malam. Warga Dukuh Belok, Desa Tanggel, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, itu berupaya kabur saat dikejar polisi.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Blora Ajun Komisaris Priharyadi, Senin (22/12) di Blora, mengatakan, komplotan Sulisno beranggotakan empat orang. Mereka adalah Sandili (30), warga Desa Randulawang, Kecamatan Randublatung, Nur Fadli (19), dan Suprat (18), keduanya warga Desa Plosorejo, Kecamatan Randublatung.

Komplotan itu kerap beroperasi di tempat-tempat keramaian di desa-desa dengan berganti-ganti pasangan mencuri. Mereka membuka kunci sepeda motor dengan kunci T.

"Mereka sudah sembilan kali beraksi. Barang bukti yang diamankan polisi adalah tujuh sepeda motor curian, dua sepeda motor sarana, dan kunci T," kata Priharyadi. Menurut dia, polisi membongkar komplotan pencuri itu setelah berhasil menangkap Nur Fadli.

Sabtu (20/12) malam, ia ketahuan mencuri sepeda motor di halaman rumah yang digunakan rapat petani di Desa Tanggel, Kecamatan Randublatung. Berdasarkan informasi dari Nur Fadli, polisi mengembangkan kasus pencurian itu ke gembong komplotan.

Dalam waktu semalam, polisi menangkap pimpinan dan dua anggota lain komplotan itu. Gembong komplotan sepeda motor Sulisno mengaku telah beraksi sebanyak sembilan kali. Dalam aksi itu, ia selalu berganti-ganti pasangan. "Saya mengajak Sandili tiga kali, Nur Fadli dua kali, dan Suprat empat kali," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau