Wisman Batalkan Kunjungan ke Kaltim

Kompas.com - 22/12/2008, 20:02 WIB

BALIKPAPAN, SENIN - Krisis keuangan global yang terus berlanjut, berdampak pada mulai dibatalkannya sejumlah kunjungan wisatawan asing ke Provinsi Kalimantan Timur untuk tahun 2009. Pembatalan jadwal kunjungan ini dilakukan baik oleh wisatawan yang datang secara grup ataupun perorangan.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Association of Indonesia Tour and Travel Agencies Kalimantan Timur, Joko Purwanto mengatakan, pembatalan jadwal kunjungan diantaranya dilakukan oleh 20 orang wisatawan individual dari Jerman, Austria, Jepang, dan Belanda, dan satu rombongan wisatawan dari Yunani.

"Informasi yang kami terima, enam dari tujuh pesawat carter dari Bali yang mengangkut turis asing dari Rusia, akhirnya juga membatalkan kunjungan ke Kalimantan Timur," ujarnya, Minggu (21/12) malam.

Pada tahun 2008, jumlah wisatawan asing terdata 20.000 orang, dan pada tahun 2009, jumlah turis macanegara ini ditargetkan meningkat menjadi 25.000 orang.

Dengan adanya sejumlah pembatalan tersebut, Joko mengatakan, pihaknya tetap optimis target tersebut tetap dapat terpenuhi.

"Sejauh ini, kami masih optimis dapat memanfaatkan peluang menggaet wisatawan asing karena dua negara Asia lainnya, Thailand dan India sedang tidak kondusif untuk dikunjungi," paparnya.

Menurut penuturan dari sejumlah wisatawan asing yang datang ke Kalimantan Timur, kekacauan kondisi politik di Thailad dan isu terorisme di India, saat ini sudah cukup membuat berpikir dua kali atau bahkan mengurungkan niat untuk berwisata di dua negara tersebut.

Agar target dapat terpenuhi, Joko mengatakan, pihaknya tetap berupaya menggenjot jumlah wisatawan dengan terus berpromosi, mengikuti travel fair di Eropa, Amerika dan Australia. "Selain itu, kami juga akan melakukan pendekatan, berupaya menarik wisatawan dari negara-negara Afrika," ujarnya.

Mayoritas wisatawan asing ke Kalimantan Timur berasal dari negara-negara Eropa, Amerika, dan Australia. Mereka kerap beriwisata di gugusan pulau-pulau untuk diving, menyaksikan keindahan alam bawah laut. Biasanya mereka tinggal dalam jangka waktu lama, 10 hingga 20 hari.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Berau, Rusdiani mengatakan, mayoritas wisatawan asing datang berkunjung ke Pulau Derawan dan Sangalaki. Rata-rata jumlah turis asing yang ke dua pulau tersebut mencapai sekitar 1.000 orang per tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau