Banyak Berita Suram, Wall Street Melemah

Kompas.com - 23/12/2008, 07:21 WIB

NEW YORK, SENIN — Saham-saham AS ditutup melemah pada Senin (22/12) waktu setempat, di tengah kekhawatiran terhadap laba perusahaan dan jatuhnya penjualan ritel, termasuk memburuknya nilai properti komersial AS dalam sebuah ekonomi yang terhuyung-huyung karena resesi berkepanjangan.
    
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 59,18 poin (0,69 persen) menjadi berakhir pada 8.519,93. Indeks komposit Nasdaq turun 31,97 poin (2,04 persen) menjadi 1.532,35 karena saham-saham teknologi berkapitalisasi besar menyeret indeks melemah. Indeks Standard & Poor’s 500 juga turun 16,24 poin (1.83 persen) menjadi 871,64.

Wall Street pada Senin dibuka dengan lebih banyak berita suram karena ikon otomotif Jepang, Toyota, memproyeksikan  mengalami rugi operasional untuk pertama kalinya selama ini, saham-saham Eropa jatuh dan bank sentral China memangkas lagi suku bunganya, di tengah penurunan ekonomi global.

Karena perdagangan dimulai dalam pekan pendek-libur Natal, saham-saham terus merosot terutama pada sektor teknologi dan finansial. Demikian dikatakan analisa perusahaan Charles Schwab & Co.

"Saham perusahaan asuransi jiwa turun di tengah kekhawatiran tentang kegagalan mortgage komersial" setelah Wall Street Journal melaporkan para pengembang properti meminta bantuan pemerintah, katanya.

Surat kabar melaporkan Senin, sebuah rekor jumlah utang real estat komersial akan jatuh tempo, beberapa pengembang properti besar telah meminta bantuan pemerintah.

Para pengembang memperingatkan para pembuat kebijakan bahwa ribuan kompleks perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan, dan gedung-gedung komersial lainnya di ambang kegagalan, penyitaan, dan kebangkrutan. Demikian laporan tersebut.

Peritel AS juga menghadapi kesulitan "di tengah kekhawatiran bahwa diskon tinggi telah digunakan untuk menarik belanja konsumen, musim dingin dan salju di banyak pasar menekan turun belanja musim libur," kata Schwab & Co.

"Volume saham yang tipis di New York Stock Exchange tampak membuat lebih buruk sesi yang melemah," kata para analis Briefing.com dalam sebuah laporannya.

"Namun, pasar saham masih dapat mengurangi penurunannya pada akhir sesi," katanya.

Penurunan awal dipimpin saham-saham teknologi berkapitalisasi besar, tetapi pelemahannya meluas ke seluruh pasar.   

Saham-saham finansial juga berkinerja buruk karena para investor terus menjauhkan diri dari bank dan institusi keuangan lainnya. Wells Fargo turun 6,61 persen menjadi 27,42 dollar AS.

Menyusul proyeksi suram Toyota, sektor otomotif AS juga diperdagangkan melemah. Ford turun 12,20 persen menjadi 2,59 dollar AS, sementara General Motors jatuh 21,60 persen menjadi 3,52 dollar AS sekalipun Presiden George W Bush telah menawarkan pinjaman penyelamatan 13,4 miliar dollar AS.

Sektor energi diperdagangkan moderat karena harga minyak mentah terus melemah.   Minyak mentah light sweet untuk pengiriman Februari merosot 2,45 dollar AS menjadi ditutup pada 39,91 dollar AS per barrel di New York Mercantile Exchange.

Pasar obligasi menguat pada Senin. Imbal hasil (yield) obligasi negara bertenor-10 tahun  naik menjadi 2,141 persen dari 2,131 persen pada Jumat, sementara untuk obligasi negara bertenor-30 tahun naik menjadi 2,598 persen dari 2,562 persen. Harga dan yield obligasi bergerak dalam arah berlawanan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau