JAKARTA, SELASA - Rupiah Selasa (23/12) sore mulai membaik seiring berkurangnya tekanan pasar dengan masuknya Bank Indonesia ke pasar. Menurut data RTI, posisi beli rupiah pada Rp 10.800 per dollar AS, sedang posisi jual pada Rp 11.100 per dollar AS.
Direktur Retail Bangking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib di Jakarta mengatakan, tekanan pasar berkurang akibat masuknya Bank Indonesia (BI) ke pasar uang. "BI khawatir rupiah akan terus melemah dan ini harus ditahan agar tidak mendekati angka Rp 12.000 per dollar AS," ucapnya.
Rupiah, menurut dia, akan kembali tertekan pada hari berikutnya apabila BI tidak terus melakukan pengontrolan yang ketat terhadap bank-bank asing yang bermain valas di pasar uang. "Dengan adanya pengawasan BI maka bank-bank asing tidak akan ceroboh melakukan aksinya di pasar valas itu," katanya.
Kostaman Thayib mengatakan, pemerintah melalui BI perlu membatasi kegiatan bank-bank asing yang bermain valas, agar gejolak dollar AS terhadap rupiah tidak besar. "Pasar perlu diawasi dengan ketatnya agar permintaan dollar AS oleh asing tidak begitu besar," ujarnya.
Indonesia, lanjut dia, melalui BI harus dapat bekerja sama dengan bank asing untuk dapat memenuhi kebutuhan dollar AS di pasar domestik, karena sejumlah BUMN pada waktu tertentu membutuhkan dollar AS dalam jumlah yang besar. "Apabila kebutuhan yang mendadak dapat dipenuhi oleh pasar, maka tekanan negatif terhadap rupiah tidak besar," katanya.
Pemerintah, menurut dia sebenarnya sudah memikirkan hal ini jauh-jauh hari namun agar kebutuhan dollar AS di pasar mudah diantisipasi. Namun belum diketahui kesulitan yang dihadapi dalam kerjasama dengan bank asing itu.
"Kami harapkan pemerintah dapat melakukan kerjasama dengan bank asing dan merealisasi kebutuhan dolar yang mendadak khususnya dari BUMN sehingga pasar tekanan pasar yang besar akan makin berkurang," ucapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang