Gila! Bocah Kelas II SD Dicabuli Sampai Lima Kali

Kompas.com - 23/12/2008, 19:15 WIB

SIDOARJO, SELASA- Aparat Kepolisian Sektor Taman, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (22/12) malam lalu menangkap Ikh (38), warga Desa Ngelong, Kecamatan Taman, Sidoarjo, di rumahnya. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir serabutan tersebut ditangkap karena diduga mencabuli Khs (8), siswi kelas dua SD, sebanyak lima kali selama empat bulan terakhir.

Menurut Kepala Kepolisian Sektor Taman, Ajun Komisaris Andi Yudianto, Ikh ditangkap berdasar laporan orang tua Khs. Menurut laporan itu, Khs dicabuli Ikh pertama kali pada September 2008. Hingga Desember ini, Ikh sudah mencabuli Khs sebanyak lima kali.

Semua tindak pencabulan itu dilakukan pada siang hari di rumah orang tua korban yang tidak berada di rumah karena bekerja. "Pelaku mengancam akan memukuli korban bila melaporkan peristiwa tersebut ke orang tuanya," jelas Andi, Selasa (23/12) di Sidoarjo.

Andi menambahkan, pelaku diancam dengan pasal berlapis, yaitu pasal 285 KUHP tentang Kejahatan terhadap kesusilaan d engan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun serta Undang-Undang Perlindungan Anak tahun 2003 dengan ancaman 15 tahun.

"Sampai hari ini kami terus memeriksa tersangka untuk pengembangan penyelidikan lebih lanjut," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau