JAKARTA,SELASA- Departemen Perindustrian secara kuantitatif memperkirakan tiga dari sembilan cabang sektor industri akan mengalami pertumbuhan minus di tahun 2009. Sejumlah kendala seperti krisis global hingga pengurangan produksi menjadi penyebab yang masih sulit dihindari.
Tiga cabang tersebut, yakni semen dan bahan galian non logam sebesar -1,0 persen; tekstil, barang kulit dan alas kaki sebesar -2,2 persen, serta barang kayu dan hasil olahan -0,2 persen.
"Dengan mempertimbangkan berbagai kendala, sasaran pertumbuhan industri 2009 diproyeksikan hanya berkisar 3,6 persen - 4,6 persen," kata Sekretaris Jenderal Departemen Perindustrian Agus Tjahajana, dalam acara pemaparan kinerja industri tahun 2008 di Departemen Perindustrian, Jakarta, Selasa (23/12).
Agus menerangkan, enam subsektor industri lainnya akan mengalami pertumbuhan disebabkan oleh daya tahan industri dalam mempertahankan pangsa pasar, khususnya di sektor domestik. Enam subsektor tersebut, yakni barang dan kertas cetakan (2 persen); pupuk, kimia, dan barang dari karet (1 persen); logam dasar, besi dan baja (1 persen).
Pertumbuhan terbesar disumbang melalui alat angkut, mesin dan peralatan (7,7 persen) dan subsektor makanan, minuman dan tembakau (3 persen). Sedangkan sub sektor industri lainnya mengalami pertumbuhan sebesar tiga persen.
Untuk mencapai target pertumbuhan, lanjut Agus, Deperin akan melakukan beberapa upaya yakni, mengembangkan teknologi, memperluas standarisasi, akredittasi dan pengendalian. Bersama Pemerintah daerah juga diupayakan membangun kawasan industri khusus.
"Terakhir mengembangkan kapasitas diklat serta peningkatan kapasitas aparatur perindustrian," ujar Agus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang